Sangat disayangkan, Indonesia berada pada urutan ke-60 dari total 61 negara dengan tingkat baca rendah. Hal ini terungkap dalam daftar Most Literate Nations of the World dari Central Connecticut State University pada 2016. Bandingkan dengan negara tetangga Thailand pada posisi 59, atau Finlandia yang menduduki posisi puncak sebagai negara dengan tingkat literasi 100 persen.

Sementara itu, hasil penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017 menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia membaca buku per hari rata-rata 30–59 menit, di mana jumlah buku yang ditamatkan per tahun hanya 5–9 buku. Riset lain mengungkapkan minat baca Indonesia hanya 0,01 persen, bandingkan dengan rakyat Jepang pada angka 45 persen dan Singapura sebesar 55 persen.

Fakta lain mengungkapkan, masyarakat Indonesia adalah masyarakat berbudaya tutur. Artinya, lebih senang bertukar dan mencari informasi secara lisan. Namun, harus diakui, bahwa semua ini adalah karena keterbatasan bahan bacaan dan akses terhadap buku bermutu. Untuk mengatasi hal ini, berbagai inisiatif telah dijalankan baik oleh pemerintah, lembaga swasta, maupun perorangan.

Inisiatif Danamon–Adira Berbagi Buku

Sebagai salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia yang didukung oleh lebih dari 30 ribu karyawan, Bank Danamon dan anak perusahaanya, Adira, menggalang kekuatan guna berkontribusi pada upaya peningkatan minat baca serta menyediakan akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu.

Keterbatasan akses terhadap bahan bacaan dan buku bermutu melahirkan inisiatif Danamon – Adira Berbagi Buku, sebuah gerakan untuk mendorong peningkatan minat baca serta pengetahuan masyarakat.

Danamon–Adira Berbagi Buku merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dicetuskan Bank Danamon dan anak perusahaannya. Pada kegiatan ini, para karyawan berkesempatan menjadi Relawan Buku, di mana tiap individu dapat menyumbangkan buku baru atau bekas yang layak dan bermutu untuk anak-anak berusia 4–12 tahun.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan juga edukasi kepada karyawan bahwa mendonasikan buku bukan sekadar memindahkan buku yang sudah tidak terpakai di rumah untuk disumbangkan, tetapi juga turut menyumbang dengan rasa tanggung jawab terhadap isi buku yang bermutu dengan kondisi buku yang layak (tidak robek, tidak dicoret-coret). Hal ini tentunya selaras dengan tujuan utama kegiatan, yakni mendukung peningkatan minat baca serta pengetahuan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh pelaksanaan dari kegiatan ini, mulai dari menerima, memilah, mengemas hingga mengirim buku hasil donasi dilakukan oleh para karyawan relawan.

Melibatkan seluruh jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, Bank Danamon dan Adira telah mendistribusikan sebanyak 40.040 donasi buku kepada 35 mitra kerja per Juni 2018. Buku-buku tersebut tersebar dari taman baca masyarakat hingga perpustakaan, yang dalam pelaksanaannya melibatkan 6.664 karyawan sebagai Relawan Buku. [*]