logo Kompas.ID

Taja

Taja Bos Baru Gojek Kevin Aluwi: Kami Ingin Membangun Produk Kelas Dunia

Bos Baru Gojek Kevin Aluwi: Kami Ingin Membangun Produk Kelas Dunia

Ketika Nadiem Makarim melangkah di halaman istana untuk pertama kalinya untuk menghadap Presiden Jokowi pada hari Senin (20/10/2019) lalu, publik Indonesia sontak riuh, terutama para warganet di dunia maya: bos Gojek bakal jadi menteri!

Dalam keterangan yang diberikan Nadiem kepada wartawan sesaat setelah menghadap Presiden, Nadiem dengan tegas menyatakan bahwa ia mundur sebagai CEO Gojek dan sudah tidak memiliki kewenangan maupun kekuasaan atas perusahaan tersebut setelah menyatakan bersedia untuk masuk gerbong kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Tidak butuh waktu lama, Gojek segera mengangkat bukan satu, melainkan dua pimpinan baru sekaligus yang akan memegang peranan sebagai co-CEO, yaitu Kevin Aluwi bersama Andre Soelistyo. Dua sosok yang selama ini membangun perusahaan berstatus decacorn bersama Nadiem Makarim ini dipercaya untuk membawa Gojek melangkah ke babak baru pengembangan selanjutnya.

Kevin mengatakan bahwa selepas kepergian Nadiem, Gojek akan terus melakukan ekspansi demi mempermudah pelanggan menjalani kehidupan sehari-hari dan menjadikan Gojek perusahaan kelas dunia.

“Target kami ke depannya adalah benar-benar membangun produk berkelas dunia,” ungkap pria jebolan University of Southern California, Amerika Serikat, tersebut.

Kevin juga mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah mempertahankan Gojek sebagai perusahaan yang telah mengubah bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebetulnya, layanan Gojek yang ada sekarang pun bisa dibilang sudah sangat membantu hidup kaum urban. Kehadiran Gojek telah mengubah bagaimana masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Semua kebutuhan bisa dipenuhi lewat Gojek, mulai dari ride-hailing, pengiriman barang, pesan antar makanan, beli obat, pijat, bersih-bersih rumah, sampai cuci mobil.

Namun, rasa tidak cepat puas terus dipupuk Kevin agar Gojek semakin bertumbuh. Dia menilai perusahaan ini harus terus disempurnakan, termasuk juga dilakukannya berbagai perbaikan di aplikasi Gojek.

Pepatah mengatakan kesuksesan memang berawal dari hal yang kecil, dan itu bisa kita lihat dari sosok seorang Kevin Aluwi. Ketika baru membangun Gojek bersama dengan Nadiem sebagai co-founder, dia juga memulai dengan hal paling mendasar.

“Saya bersih-bersih banyak hal. Pada masa-masa awal, kantor kami sangat kecil, sangat gelap. Pada tahun pertama, saya lebih banyak membangun tim inti. Saya yang membangun tim finance dan accounting pertama kali di Gojek,” ungkap Kevin.

Foto: dok Gojek.

Kevin kemudian berhasil menciptakan berbagai sistem yang sampai saat ini digunakan dalam operasional sehari-hari Gojek bersama dengan mitra driver dan pelanggan.

Keahlian Kevin adalah di bidang pengelolaan data dan business intelligence dan dengan kapabilitas serta kompetensi itu dia berhasil membuat sistem yang berkesinambungan.

Nadiem pun seakan sudah tahu bahwa Kevin sangat berkompeten untuk diajak membangun Gojek. Awalnya, bahkan, Nadiem menawarkan Kevin posisi CEO Gojek. Namun, pada akhirnya, Kevin memegang jabatan CFO.

“Nadiem sebetulnya menawarkan posisi CEO. Pada waktu itu, dia masih bekerja di Kartuku. Tapi, pada akhirnya, kita memutuskan untuk (membangun Gojek) bersama-sama,” ungkap Kevin.

Seiring berjalannya waktu, Gojek kembali menyambut kedatangan talenta terbaik yang menjadi salah satu punggawa perseroan yaitu Andre Soelistyo, yang kemudian menggantikan Kevin sebagai CFO. Sebelum di Gojek, Andre adalah seorang executive director di Northstar Group.

Nadiem, Kevin dan Andre kemudian menjadi penggawa Gojek yang mampu membawa startup nasional ini berkembang, dari nol kemudian menyandang status unicorn lalu sekarang decacorn.

Berkat ketiganya, Gojek kini dikenal secara global dan memiliki wilayah operasional di beberapa negara ASEAN.

Menyusul hal itu, tampuk pimpinan Gojek kini berada pada duet co-CEO yakni Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo. Adapun dalam satu tahun terakhir, Nadiem juga telah memberi mandat kepada Andre dan Kevin untuk bertanggung jawab terhadap operasional Gojek sehari-hari.

Di bawah kepemimpinan Kevin dan Andre, Gojek telah tumbuh pesat hingga memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun. Penggalangan dana (fundraising) yang dilakukan Gojek juga mampu menarik minat sejumlah perusahaan kelas dunia, seperti Google, Tencent, Mitsubishi dan Astra, dengan seri F diperkirakan mampu meraih pendanaan lebih dari 2 miliar dollar AS.

Mereka berdua berbagi tugas dalam menjalani operasional sehari-hari dan membawa Gojek lebih berkembang lagi. Andre fokus pada strategi korporasi, alokasi modal, ekspansi internasional, serta layanan pembayaran dan keuangan. Sementara itu, Kevin fokus pada pengembangan produk, strategi pemasaran, pengembangan organisasi dan layanan ride-hailing serta pesan-antar makanan.

Selamat bekerja dan mengemban tugas baru sebagai co-CEO Gojek, Kevin dan Andre! [*]

Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan GOJEK.
Tanggal Terbit

Saya ingin melihat daftar artikel yang terbit pada tanggal…