Pada usianya ke-72 tahun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) semakin fokus pada layanan berbasis digital. Dengan transformasi dari layanan konvensional ke digital, konsumen semakin dimudahkan dalam bertransaksi. Hal ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dunia perbankan.

Dengan misi “BNItuDigital”, bank yang menjadi bank sentral pada masa-masa awal kemerdekaan RI ini melangkah maju dengan meninggalkan pola lama traditional banking menjadi beyond traditional bank yang memberikan pelayanan serba digital.

Digital yang dimaksud bukan sekadar pelayanan serba elektronis. Digital yang diusung BNI adalah pelayanan yang memiliki semangat semakin memudahkan masyarakat, semakin akurat data transaksinya,  semakin tepat nasabah pengguna produknya, semakin cepat distribusinya, semakin aman, dan semakin mampu menembus setiap batasan yang menghalangi orang untuk bertransaksi di bank. Itulah inti program percepatan literasi keuangan yang terus bergelora di dalam BNI, sejak lahir hingga saat ini.

Foto-foto : Iklan Kompas/Adi Yuwono dan dokumen BNI.

Tengok saja BNI ketika baru lahir pada 5 Juli 1946. Sebagai bayi yang baru lahir, BNI sudah mengemban tugas sebagai pelaksana terdepan Kedaulatan Moneter Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan bertindak sebagai bank sentral. Kurang dari 10 tahun pertama kelahirannya, BNI menancapkan pengaruh NKRI ke dunia internasional dengan membuka cabang di Singapura pada 1955. Inilah bank asal Indonesia pertama yang membuka cabang di luar negeri.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, dukungan perbankan sangat dibutuhkan untuk membawa negara ini semakin dikenal di dunia internasional, dan BNI memiliki andil besar terhadap hal tersebut. “Ketika BNI membuka kantor cabang luar negeri pertama di Singapura, pada waktu itu sebagai negara yang baru merdeka, Indonesia perlu menegaskan jati dirinya di kancah internasional melalui hubungan perdagangan dan diplomatik, yang membutuhkan dukungan perbankan.”

Kepeloporan BNI berlanjut pada medio tahun 1960-an, saat BNI mengemban program percepatan literasi keuangan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke penyedia jasa perbankan. Mulai dari dibukanya Bank Terapung (pelayanan perbankan menggunakan perahu), Bank Keliling sebagai awal dibangunnya layanan bank bergerak (saat ini di BNI disebut BNI Layanan Gerak), lalu ada Bank Sarinah atau bank yang khusus melayani para wanita, hingga Bank Bocah sebagai cikal bakal program yang menggugah anak-anak menabung sejak dini.

Cepat berbenah

Hingga saat ini, kepeloporan itu tetap dilakukan, ketika era disrupsi teknologi berlangsung. BNI dengan cepat berbenah untuk menyesuaikan diri melalui langkah-langkah tranformasi digital, mulai dari perbaikan proses internal, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi, hingga menawarkan berbagai layanan dan produk elektronik serta digital kepada nasabah. Produk digital yang disiapkan mulai dari mobile banking, digital loan, mobile remittance, Chat Banking hingga aplikasi pembayaran berbasis QR Code, Yap!

Bagi BNI, transformasi menuju layanan digital ini merupakan keharusan, karena tuntutan dan juga tantangan untuk menjadi bank yang tetap relevan serta dapat menawarkan solusi layanan yang serba cepat, fleksibel, dan mobile kepada nasabahnya. Oleh karena itu, sejalan dengan gerakan transformasi tersebut, “BNItuDigital” diangkat menjadi tema HUT ke-72 BNI.

Keinginan untuk semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan bank, telah mendorong BNI untuk menjadi penopang program-program utama pemerintah. Salah satunya dapat dipotret dari dukungan BNI terhadap penyaluran dana-dana bantuan sosial yang disalurkan melalui Kementerian Sosial.  Sistem yang dikembangkan BNI telah memudahkan bantuan sosial tersalurkan kepada sekitar 4 juta keluarga penerima manfaat bantuan sosial (Bansos) non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) sejak 2016, dan 3 juta penerima bantuan pangan non-tunai, tanpa khawatir salah sasaran.

Pada dunia pendidikan, BNI menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar atau PIP kepada lebih dari 3,5 juta pelajar di Tanah Air. Kemudian, melalui berbagai terobosan baru, BNI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sekitar 377.000 debitur kecil, salah satunya dengan faslitas BNI Kredit Digital e-Form.

Melalui produk uang elektroniknya, yaitu TapCash, BNI menarik berbagai lapisan masyarakat untuk meninggalkan budaya  bertransaksi dengan uang, sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digelorakan oleh Bank Indonesia. Tidak berhenti di situ, BNI juga mengembangkan produk BNI Yap! yang memungkinkan orang untuk tidak hanya berbudaya cashless, melainkan juga cardless. BNI yap! Ini menjadi yang pertama di Indonesia sebagai aplikasi pembayaran yang bersumber dari tiga sumber sekaligus, yaitu Kartu Kredit BNI, Kartu Debit BNI, dan UniqKu.

Perayaan HUT Ke-72

BNI Yap! menjadi jiwa dalam puncak perayaan HUT ke-72 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (8/7). Yap! merupakan aplikasi pembayaran yang serba bisa, termasuk untuk mendonasikan bantuan kemanusian. Ribuan karyawan BNI yang hadir diajak ikut peduli kepada sesama rekan pegawai yang membutuhkan bantuan dengan menyumbangkan sebagian penghasilannya melalui Yap!

Pengumpulan donasi ini disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. Melalui Yap! dan terobosan lain yang akan muncul, BNI ingin selalu dekat dengan publik sebagai bank yang profesional, penuh integritas, memiliki semangat melakukan perbaikan tanpa henti dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Pada perayaan HUT tersebut, Rini mengajak seluruh direksi dan karyawan BNI semakin bersemangat menjalankan tugas-tugasnya. Ia bangga karena BNI telah meraih pencapaian positif di Republik ini. “Saya bangga melhat pertumbuhan BNI 3 tahun ini begitu pesat. Yang paling utama, BNI betul-betul merangkul digitaliasiasi. Kita dukung sepenuhnya BNI go digital. Mari anak-anak muda kita jaga semangat kebersamaan agar BNI bisa terus berkemanga tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.”

Perayaan yang digelar pada Minggu pagi tersebut diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari jalan santai dan karnaval di area jalan bebas kendaraan bermotor (car free day), panggung hiburan, hingga permainan-permainan seru bagi para keluarga. Semua tampak antusias mengikuti acara demi acara. Booth-booth yang menawarkan beragam jenis produk pada family gathering itu semakin menambah meriah perayaan hari jadi tersebut. [*/BYU]