Inspirasi fashion bisa datang dari siapa saja dan mana saja. Trennya pun tak pernah hilang, berputar layaknya sebuah roda. Sering kali pula, yang terasa janggal atau tak biasa, malah bisa menjadi inspirasi fashion yang paling dicari. Namun, tak sekadar berbeda, kualitas tetap menjadi penentu “kemenangan” dan diterimanya sebuah fashion brand di masyarakat.

Eden Park Paris membuktikan hal itu. Pemiliknya yang berasal dari Paris adalah seorang mantan pemain rugby pada 1980-1997. Meski bergelut di bidang olahraga rugbi yang dianggap maskulin, Franck Mesnel mendobrak hal tersebut dengan mengeluarkan lini usaha produk fashion pria dengan simbol dasi kupu-kupu berwarna merah muda (pink bow tie).

Foto-foto: Iklan Kompas/E. Siagian.

Bayangkan, dasi kupu-kupu berwarna merah muda, sebuah warna yang dianggap terlalu feminin ini melekat di tiap desain pakaian pria yang dikeluarkan oleh Eden Park Paris. Kesan yang unik dengan penggunaan simbol ini bukan sebagai sensasi. Melainkan, ini menjadi pengingat bahwa di dalam kemaskulinan terdapat juga kefemininan.

“Saya rasa ini merupakan suatu hal yang wajar jika di dalam diri seorang pria sebenarnya juga terdapat sisi emosi yang sensitif, menangis, empati, simpati, yang sering kali dianggap “milik” perempuan. Padahal, tidak. Inilah alasan penggunaan simbol kupu-kupu berwarna pink tersebut,” terang Franck  Mesnel, yang menjadi pemilik sekaligus Presiden Direktur Eden Park Paris saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Eden Park Paris menjadi sebuah brand yang mengambil berbagai inspirasi dari setiap elemen olahraga rugbi sebagai desain utamanya. Meski olahraga rugbi menjadi desain utama atau inspirasi utama, Eden Park terasa “lihai” dengan kemampuan mendesain pakaian yang memperlihatkan hasil akhir sebagai brand dan produk gaya hidup dan fashion, sehingga bukan hanya menampilkan brand olahraga.

Nama Eden Park sendiri terlahir dari pengalaman Franck Mesnel dan tim rugbinya ketika bertandang di Stadion Eden Park, Selandia Baru, saat Rugby World Cup 1987. Stadion ini dianggap sebagai “katedralnya” olahraga rugbi dan menjadi lokasi spesial karena perhelatan Rugby World Cup pertama kali digelar di tempat ini.

Ekspansi di Indonesia

Pada awal tahun ini, bekerja sama dengan Utomocorp sebagai distributor resmi Eden Park di Indonesia, resmi meramaikan jagat lini busana pria yang hadir di Plaza Indonesia. Akan tetapi, mengingat rugbi di Indonesia tidak terlalu populer, Eden Park dibawa Franck agar dikenal oleh konsumen di Indonesia sebagai brand asal Perancis. Hal ini juga dilakukan Franck untuk lebih mengenalkan Eden Park lebih luas di mancanegara.

Franck kembali menuturkan, rugbi memang menjadi DNA Eden Park. Ia membuat rugbi sebagai salah satu kendaraan untuk berkomunikasi. Kendati demikian, kualitas adalah yang dijunjung tinggi, sekaligus label Paris yang memang dianggap sudah mumpuni di mancanegara.

Adapun untuk target pasar, Franck menuturkan masih kelas menengah ke atas karena harganya premium. Sebanyak 700 piece Eden Park Paris di Indonesia telah hadir, seperti jersey rugbi untuk beberapa jaket polo besar, kemeja ikonis, t-shirts, dan layering dengan blazer khas. Harganya mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta. [ACH]