Transportasi berbasis roadway menuju bandara acap kali tersandera lantaran padatnya lalu lintas yang mengakibatkan waktu tempuh menuju bandara semakin panjang. Layanan transportasi berbasis railway dipandang perlu agar mampu memberikan on time performance yang tinggi serta kenyamanan maksimal.

Kereta api bandara merupakan manifestasi dari wajah baru transformasi perkeretaapian Indonesia dan dirancang untuk menghadirkan layanan premium. Hal ini senada dengan peran bandara sebagai salah satu pintu gerbang bagi sebuah negara.

Menjawab fenomena tersebut, sekaligus merespons permintaan masyarakat akan moda transportasi yang aman, nyaman, dan cepat, khususnya menuju bandara, PT Railink menghadirkan Kereta Api Bandara (KA Bandara).

Foto-foto dokumen PT. Railink

Layanan transportasi berbasis railway ini memberikan on time performance tinggi, waktu perjalanan yang kompetitif, serta kemudahan dalam mendapatkan tiket. Selain itu, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) ini mengedepankan faktor keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan keramahan petugas.

KA Bandara Kualanamu yang dioperasikan perdana pada 25 Juli 2013 menjadi barometer baru transportasi publik di negara ini sekaligus memberikan warna baru bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat. Kereta bandara pertama di Indonesia tersebut telah menyejajarkan bangsa ini dengan negara-negara lain yang telah memiliki kereta sejenis seperti Jepang dan Inggris.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan, pihaknya terus mengedepankan semangat dan kerja keras, serta dedikasi tinggi agar KA Bandara dapat menjadi pilihan utama akses bandara yang terintegrasi dan bertaraf internasional. “Suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari perubahan wajah transportasi publik di Indonesia. Kami berharap Indonesia terus maju dan mampu menghadirkan pilihan transportasi publik yang bervariasi dan berkualitas.”

Setelah 3 tahun beroperasinya KA Bandara Kualanamu, Medan, dengan berlandaskan keramahan khas Indonesia, PT Railink terus meningkatkan layanan, di antaranya dengan menghadirkan kereta bandara di kota-kota lain seperti KA Bandara Soekarno-Hatta (BSH), Tangerang.

KA BSH melayani rute Stasiun BNI City (Sudirman Baru)–Stasiun Duri–Stasiun Batuceper–BSH (pp). Adapun total panjang jalur KA BSH adalah 36,3 kilometer (24,2 kilometer jalur eksisting dan 12,1 kilometer jalur baru). Kereta ini memiliki jam operasi yang terus diperbaharui sesuai jadwal penerbangan.

Dalam jangka waktu dekat, PT Railink juga akan mengoperasikan stasiun lainnya seperti Stasiun Manggarai dan Stasiun Bekasi. Tak hanya di Medan dan Tangerang, KA Bandara juga akan hadir di kota-kota besar lainnya di Tanah Air.

Fasilitas

KA Bandara Kualanamu melintas 42 kali perjalanan tiap harinya dan terus dikembangkan. Fasilitas di dalam rangkaian KA Bandara membuat para penumpang merasa nyaman dan terhibur. Tiap rangkaian kereta terdiri atas 172 kursi, dengan kapasitas seperti itu, KA Bandara siap mengantarkan penumpang hingga 7.000 orang setiap harinya.

Hal serupa juga dilakukan PT Railink bagi masyarakat yang ingin menuju atau meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta. KA BSH melintas setiap 30 menit sekali dan rangkaian terdiri atas 272 kursi. Direncanakan setidaknya ada 124 kereta api dalam sehari dan headway setiap 15 menit sekali dengan total kapasitas angkut 33.728 tempat duduk per hari.

Stasiun KA Bandara dirancang senyaman mungkin sehingga memberikan kenyamanan tersendiri, baik bagi calon penumpang pesawat maupun masyarakat luas. Hal ini karena beragam fasilitas yang disediakan, mulai restoran/kafe berkualitas, galeri anjungan tunai mandiri (ATM), hingga area komersial yang menjual suvenir menarik.

KA Bandara dirancang oleh PT Railink menjadi bagian dari solusi penting atas persoalan yang mendera masyarakat Indonesia selama ini dalam aksesibilitas menuju dan dari bandara yang diwarnai kemacetan lalu lintas jalan darat, ketidakpastian, dan kegelisahan. [*]


Inovasi demi Kepuasan Pelanggan

Dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan, sekaligus mencapai visinya, yakni menjadi pilihan utama akses bandara yang terintegrasi dan bertaraf internasional, PT Railink terus menciptakan beragam inovasi.

Salah satu yang dihadirkan PT Railink dalam rangka kebijakan mutu adalah Airport Railway Ticketing System (ARTS). Ada tiga manfaat yang bisa dinikmati, yaitu cardless (tanpa penerbitan kartu), cashless (tanpa menggunakan uang tunai), dan manless (tanpa memerlukan petugas loket). Hal ini tak lepas dari peran serta perbankan, e-commerce, payment gateway, front end, hingga jaringan.

Dengan ARTS, pelanggan KA Bandara dapat memperoleh layanan tiket dengan sangat mudah, di antaranya melalui situs web, mobile app, dan vending machine. Konsumen dapat melakukan transaksi nontunai menggunakan kartu kredit, kartu debit, dan kartu prepaid tanpa harus memiliki kartu dari Railink dan atau dilayani petugas loket.

Selain menggunakan kartu debit, kredit atau prepaid yang didukung oleh 10 bank (BNI, Bank DKI, BCA, Maybank, Permata Bank, Danamon, Mandiri, BRI, BTN, dan QNB), pembayaran untuk pemesanan tiket kereta bandara di stasiun juga bisa menggunakan kartu berlogo Visa, Mastercard, JCB, ataupun Maestro. Opsi lainnya, yaitu dengan menggunakan T-Cash.

Pemesanan tiket juga bisa dilakukan via e-commerce (Ibook dan mobile apps). Untuk Ibook bisa melalui https://reservation.railink.co.id, sedangkan melalui mobile apps bisa mengunduh aplikasi Railink melalui Google Play/Play Store.

Untuk pemesanan tiket pada e-commerce, Railink memiliki empat payment gateway yaitu Doku dan Midtrans untuk channel pembayaran direct (visa, master card, JCB, Amex, dan lainnya) serta Finnet dan Artajasa untuk channel pembayaran indirect (melalui ATM 10 bank yang bekerja sama dengan Railink, yaitu BNI, Bank DKI, BCA, Maybank, Permata Bank, Danamon, Mandiri, BRI, BTN dan QNB.

Dalam rangka mendukung program strategis nasional di sektor perkeretaapian, PT Railink dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menghadirkan dua layanan tambahan. PT Railink menambah frekuensi perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta (BSH) dan mengurangi waktu tempuh setiap perjalanannya. Sementara itu, PT KCI menyesuaikan frekuensi perjalanan dan pelayanan di lintas Duri–Tangerang PP dengan mengoperasikan KRL formasi 12 kereta (SF 12).

Dengan terobosan tersebut, frekuensi perjalanan KA BSH semakin bertambah menjadi setiap 30 menit sekali dengan waktu tempuh yang juga lebih singkat, yaitu hanya 46 menit dari Stasiun BNI City menuju Stasiun BSH. Hal tersebut merupakan upaya Railink secara berkelanjutan meningkatkan layanan dengan beberapa inovasi yang akan segera diimplementasikan, termasuk jalur ekstensi menuju Stasiun Bekasi.

Promosi menarik

         Sederet promosi menarik juga disuguhkan PT Railink untuk lebih memanjakan pelanggannya. Salah satunya adalah Perfeq Rider (Personal Frequent Rider) yang diberikan kepada pengguna KA Bandara yang melakukan 8 kali atau lebih perjalanan per bulan.

Akhir pekan akan semakin terasa spesial karena Railink memiliki Promo Sabtu Minggu (Pro Sami). Dengan promosi ini, pelanggan dapat menikmati potongan harga 50 persen saat menuju bandara. Pemesanan tiket Pro Sami dapat dilakukan melalui internet booking, aplikasi mobile Railink, dan vending machine di stasiun.

Sementara itu, mereka yang ingin bepergian bersama keluarga, teman, atau rombongan, dapat menikmati promosi Group Booking dengan tarif yang lebih hemat. Selain itu, ada Corporate Member yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan dalam rangka meningkatkan kenyamanan dalam mobilitas tinggi.

Dengan terus berinovasi serta bermodal semangat, ketekunan, keteguhan hati, dan profesionalisme, PT Railink optimistis mampu mewujudkan transportasi publik yang modern di Tanah Air. [*]

Informasi lebih lanjut seputar kereta bandara silakan klik tautan berikut ini website.