logo Kompas.ID

Taja

Taja Ketatnya Persaingan Putaran Pertama Liga Kompas Kacang Garuda U-14

Ketatnya Persaingan Putaran Pertama Liga Kompas Kacang Garuda U-14

Pekan ke-16 musim ke-10 Liga Kompas Kacang Garuda (LKG) U-14, telah bergulir Minggu (5/1/2020) lalu di lapangan GOR Ciracas, Jakarta Timur. Artinya, putaran kedua liga telah bergulir. Persaingan di papan atas pun semakin ketat dengan jarak poin yang tidak begitu jauh.

Dari 16 sekolah sepak bola (SSB) yang berkompetisi, ada 6 tim yang bersaing untuk berada di puncak klasemen. Buperta Cibubur berada di peringkat pertama klasemen sementara, dengan raihan 35 poin. Mereka hanya unggul selisih gol dari Matador Mekarsari.

Prestasi Buperta Cibubur di putaran pertama semakin lengkap dengan terpilihnya penyerang Alfin Esa Ahmad, sebagai pemain terbaik bulan Desember. Adapun pemain terbaik dipilih setiap bulan, berdasarkan catatan statistik dari Tim 11, penghimpun dan pengolah data kompetisi.

FOTO-FOTO: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO.

Selain dua tim di atas, ada Siaga Pratama, Big Stars Babek FA, Bina Taruna, dan Kabomania yang juga bersaing menuju puncak. Mereka hanya berjarak 2 hingga 7 poin dengan Buperta Cibubur.

Meski persaingan berjalan ketat dan menarik, nilai-nilai sportivitas tetap dijaga. Para peserta tetap harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Harian Kompas sebagai penyelenggara liga, demi tujuan untuk pembinaan usia dini pada olahraga sepak bola. Kompetisi ini terselenggara berkat dukungan Kacang Garuda, Suzuki, SKF, Nestle Pure Life, PT Freeport Indonesia, dan OrtusEight.

Pada kompetisi ini, Harian Kompas berusaha menanamkan karakter baik, seperti fair play, respek terhadap semua pihak, dan sportivitas bagi para pemain, pelatih, ofisial, serta penonton. Direktur Liga Kompas Kacang Garuda U-14 Adi Prinantyo mengatakan, aturan yang ditetapkan Harian Kompas bertujuan untuk membentuk sikap anak.

“Kompetisi ini dibuat sebagai panggung untuk anak-anak, mengingat minimnya kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Andai alumnus Liga Kompas Kacang Garuda U-14 kemudian tidak menjadi pesepak bola, bagi Kompas juga tidak jadi masalah. Yang terpenting, anak-anak tahu aturan dan terbiasa bersikap baik, di mana pun dia berada,” ujar Adi di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Ia merespons positif ketatnya persaingan liga musim ini. Menurut Adi, fenomena itu berdampak positif dalam pemilihan pemain menuju laga Bintang Muda yang akan diikuti 44 pemain terpilih. Dari 44 pemain tersebut akan diseleksi lagi menjadi  24 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan.

Dari 24 pemain itu, akan diseleksi lagi menjadi 18 pemain, yang akan  menjadi skuad Tim LKG-SKF Indonesia, dan tampil pada Piala Gothia 2020, di Gothenburg, Swedia pada Juni 2020.

Selain pemilihan pemain di akhir kompetisi untuk berlaga di Piala Gothia, Harian Kompas juga memberikan penghargaan pada juara liga dan Tim Fair Play. Pada musim lalu, tidak ada SSB yang terpilih sebagai Tim Fair Play.

Adapun kriteria Tim Fair Play, di antaranya minimnya pelanggaran dan kartu, tidak dihukum kartu merah sama sekali, dan pelatih selalu hadir mendampingi tim. Selain itu, sikap dari pemain dan pelatih menjadi bahan pertimbangan. Mereka harus sportif seperti menyalami pemain dan wasit setelah pertandingan.

Tak bisa santai

Ketatnya persaingan pada putaran kedua juga berpengaruh pada tim peserta. SSB yang telah mapan di LKG seperti Kabomania, Pelita Jaya, Bina Taruna, dan Villa 2000 tidak bisa santai-santai saja, tanpa persiapan serius.

Jika lengah, mereka bisa sulit mendaki puncak klasemen, bahkan bisa terjerumus ke jurang degradasi. Pelita Jaya misalnya, masih berada di peringkat ke-12 dengan raihan 14 poin.

Adapun peringkat ke-12 hingga ke-14 pada klasemen akhir harus mengikuti playoff agar bisa menjadi peserta LKG pada musim depan. Sementara itu, peringkat ke-15 dan ke-16 tidak dapat mengikuti LKG untuk musim depan. Mereka harus berbenah diri untuk mengikuti playoff pada musim selanjutnya.

Pada musim ini, tim debutan Intan Soccer Cipta Cendekia menghadirkan kejutan. Pada pertandingan pertama, mereka mengalahkan SSB Benteng Muda IFA dengan skor 7-0. Intan Soccer bisa mengikuti jejak SSB Salfas Soccer yang musim lalu tampil sebagai debutan dan berhasil menduduki peringkat kedua di klasemen akhir. Saat ini, Intan Soccer berada di peringkat ke-7 dengan raihan 24 poin.

Pelatih SSB Buperta Cibubur Jumhari Saleh mengatakan, musim ini lebih menarik karena peserta LKG telah menyiapkan timnya dengan serius sejak awal kompetisi. Mereka ingin menunjukkan penampilan yang terbaik sejak putaran pertama.

Menurut pelatih tim LKG-SKF Indonesia di Piala Gothia 2019 tersebut, SSB Siaga Pratama adalah tim yang mengalami perkembangan secara signifikan. Mengawali kompetisi dengan berkutat di papan tengah, mereka bangkit jelang putaran pertama berakhir. Kini Siaga Pratama bertengger di peringkat ke-3 dengan raihan 33 poin.

“Ketatnya persaingan pada kompetisi LKG membuat pelatih memutar otak. Tim dari papan tengah sewaktu-waktu dapat membahayakan tim papan atas sebab perolehan poin tidak jauh,” ujar Jumhari.

Mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 1980-an sekaligus pemandu bakat LKG U-14 Dede Sulaeman mengakui, kekuatan tim peserta LKG U-14 musim ini lebih merata, khususnya di papan atas. Enam tim teratas adalah SSB yang sudah memiliki pengalaman berkompetisi di LKG U-14.

Sebagai pemandu bakat, ia turut memberikan masukan pada peserta sebagai bagian dari pembinaan usia dini. Ia terbuka untuk bertukar pikiran dengan pelatih untuk memperbaiki penampilan tim.

Tim pemantau bakat berusaha memberikan masukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi SSB seperti kekurangan pemain pada posisi tertentu, keterbatasan tempat latihan, dan memberikan masukan terkait strategi yang bisa digunakan.

Hingga pekan ke-16 ini, tim pemandu bakat sudah mengamati beberapa pemain yang dianggap sesuai dengan kriteria untuk mengikuti laga Bintang Muda. Adapun kriteria yang menjadi tolok ukur, yakni kemampuan individu, konsistensi selama mengikuti kompetisi, kontribusi terhadap tim, dan sikap terhadap lawan, teman, serta keputusan wasit.

Tim pemandu bakat juga akan memilih pelatih yang mendampingi tim LKG-SKF Indonesia di Piala Gothia 2020, berdasarkan kriteria sikap, kehadiran, dan penampilan di lapangan dalam mendampingi tim. “Pemain dan pelatih yang belum tampil bagus pada putaran pertama masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya di putaran kedua,” ujar Dede.

Mari, dukung anak bangsa calon penerus persepakbolaan Indonesia dengan hadir dan meramaikan pertandingan putaran ke-2 dimulai pada 5 Januari  2020 mulai pukul 07.00 di GOR Ciracas Jakarta Timur. Baca liputan perkembangan dan hasil pertandingan setiap pekan yang akan diliput dan disebarluaskan oleh Harian Kompas dan laman kompas.id, mulai 6 Januari 2020. (PDS)

Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Kacang Garuda.