Banyak hal masih dapat dinikmati di Macao. Satu tempat beragam budaya yang terakulturasi dengan baik dan disajikan dengan baik pula. Lebih menariknya lagi, wisatawan Indonesia bebas kunjungan ke Macao selama 30 hari tanpa visa. Untuk wisatawan Muslim, pemerintah Macao berusaha sebaik mungkin untuk mengakomodasikan wisata halal, agar liburan terasa makin aman dan nyaman.

Seperti diketahui, data pada 2016 menyebutkan wisatawan mancanegara, yang liburan ke Macao mencapai lebih dari 30 juta orang. Dari angka 30 juta itu, total ada 186 ribu wisman dari Indonesia, jumlah ini naik 11,7 persen dari jumlah tahun sebelumnya. Angka ini diprediksi naik hingga saat ini.

Bangunan bersejarah

Macao diperkaya dengan bangunan bersejarah yang masih terasa hingga sekarang. Kawasan Senado Square terletak di Macau Peninsula dengan luas sekitar 3.700 meter persegi. Di sini, terdapat gedung Leal Senado dan Gereja Saint Dominic. UNESCO menobatkan Senado Square sebagai salah satu warisan dunia. Bangunan lainnya yang berada di dekat Senado Square yang dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO ialah Gereja Saint Agustine, Gereja Cathedral of the Nativity of Our Lady, dan gedung Holy House of Mercy.

Gedung Leal Senado dibangun pada 1784 bergaya neo klasik. Awalnya gedung ini merupakan balai kota. Saat ini, di dalam gedung Leal Senado terdapat galeri yang dapat dikunjungi hingga malam hari. Sementara itu, Gereja Saint Dominic dibangun pada 1587. Di sini, sekarang terdapat museum yang memamerkan patung dan benda seni suci.

Foto-foto dokumen Macao Government Tourism Office

Cathedral of the Nativity of Our Lady dibangun pada 1622 dan masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik sampai saat ini. Holy House of Mercy yang dibangun pada 1569, saat ini digunakan sebagai museum yang menyimpan benda benda seni dari Eropa, China, dan Jepang. Berada di Senado Square serasa berada di Eropa, karena bangunannya merupakan peninggalan bangsa Portugis yang masih terawat dengan baik. Bagi pencinta arsitektur Eropa kuno, inilah tempatnya memanjakan mata dan mencari inspirasi bangunan.

Ada juga Kuil Kuan Tai atau Sam Kai Vui Kun. Tidak seperti kuil-kuil lain yang biasanya dibangun dengan amat megah, kuil ini tampak sederhana. Namun, tetap menjadi destinasi wisata religi yang menarik. Kuil ini terletak di dekat Senado Square dan Rua dos Mercadores. Awalnya, kawasan ini adalah tempat pertemuan bagi pedagang dari Rua dos Mercadores, Rua dos Esvanarios, dan Rua das Estalagens. Artinya, kuil ini didirikan di pusat perdagangan China saat itu.

Tidak diketahui kapan pastinya kuil ini dibangun, tetapi dari corak bangunannya pembangunan kuil terjadi sekitar 1792. Lokasi kuil ini berada di jantung kota yang menggambarkan perpaduan harmonis dua budaya, yaitu Barat dan Timur. Dibangun oleh pedagang lokal, konstruksi kuil ini sangat sederhana. Di dalamnya terdapat unsur-unsur pengobatan tradisional China, seperti batu giok berwarna hijau. Sejak 2005, kuil ini telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO dan menjadi salah satu bangunan historic centre di Macao.

Taman tematik nan unik

Fisherman’s Wharf merupakan sebuah taman tematis pertama yang ada di Macao. Area Fisherman’s Wharf ini berlokasi tidak jauh dari Macau Maritime Terminal. Selain berfungsi sebagai taman tematik, Fisherman’s Wharf merupakan sebuah pusat perbelanjaan.

Fisherman’s Wharf menjadi taman hiburan terbesar yang ada di Makau. Luas area Fisherman’s Wharf ini mencapai 133.000 meter persegi. Akses masuk ke Fisherman’s Wharf mudah. Tak hanya karena tidak ada biaya masuk yang diberlakukan, tempat ini juga mempunyai lokasi yang berdekatan dengan pelabuhan dan terminal feri, tepatnya Hong Kong-Macau Ferry Pier. Jadi, lokasinya pun memberi kemudahan terkait transportasi.

Macau Fisherman’s Wharf dibangun dengan konsep tema-tema tertentu, misalnya Italia, Spanyol, Amsterdam, Cape Town, dan New Orleans. Jangan heran jika beberapa toko dan restoran di taman hiburan ini juga dirancang dengan menampilkan budaya dan keunikan berbagai negara. Perpaduan gaya Timur dan Barat inilah yang membuat arsitektur Macau Fisherman’s Wharf menjadi megah dan menarik.

Dengan karakteristik yang berbeda, Macau Fisherman’s Wharf dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu Dinasti Wharf, East Meets West, dan legenda Wharf. Dinasti Wharf terdiri dari menara-menara China yang pembangunannya meniru gaya Tang. Macau East Meets West adalah perpaduan antara tradisi oriental dan desain-desain Barat. Sementara itu, legenda Wharf dilengkapi dengan segala macam fasilitas rekreasi seperti pusat permainan dengan berteknologi tinggi, water performance arena, dan video game center.

Di East Meets West, pengunjung bisa melihat Vulcania, yaitu replika gunung vulkanik setinggi 40 meter yang di dalamnya terdapat wahana roller coaster. Selain itu, ada Aladdin’s Fort, Aqua Romanis, dan Roman Amphitheatre yang dilengkapi dengan 2.000 kursi untuk menonton konser dan pertunjukkan.

Terdapat kurang lebih 13 toko yang bisa dikunjungi selama menjelajahi Macau Fisherman’s Wharf, seperti Mercearia Hong Kei, Color Rich, ENZO, dan Miami Life Sytle. Di toko-toko tersebut, pengunjung dapat membeli aneka macam fashion item, suvenir, makanan, jam, dan bermacam-macam barang menarik lain.

Cita rasa

Untuk memperkaya “kamus” kuliner pengunjung, Macao kaya akan cita rasa yang menarik, seperti Caldo Verde Soup, Ta Pin Nou, dan African Chicken. Terdapat juga Moslem Friendly Restaurant, yaitu Loly Indonesian Food, Dong Lai Shun Muslim Restaurant, dan Indian Garden.

65th Macau Grand Prix

Bagi pencinta olahraga kecepatan, Macau Grand Prix akan kembali digelar pada 15–18 November 2018. Macau Grand Prix pertama diadakan pada 1954 sebagai acara mobil sport. Pada 1961, perburuan gelar menjadi ajang Formula Libre terbuka. Macau Grand Prix menjadi status kejuaraan dunia dari 2005 hingga 2014 sebagai ajang final of the World Touring Car Championship.

Yang paling ternama dari Macau Grand Prix adalah the Macau Formula Three Grand Prix, yang mengikutsertakan para juara nasional Formula Three. Sirkuit Macao ini memiliki unsur-unsur yang sangat menantang sebagai arena balap. Oleh karena itu, Macau Grand Prix dikenal sebagai salah satu sirkuit yang paling “berbahaya” dan sulit ditaklukkan di dunia. Informasi lainnya terkait ini dapat mengakses www.macau.grandprix.gov.mo/cogpm.

Segala kemeriahan di Macao terasa lebih menyenangkan dikunjungi bersama Dwidaya Tour dan Golden Rama. Dengan paket yang terjangkau, perjalanan ke Macao ini dapat menjadi kisah “petualang” Anda selanjutnya. Kunjungi pula www.jelajahmacao.com untuk informasi lebih lengkap. [*/ACH]