Jumlah generasi milenial terus membesar dan menentukan. Financial Times beberapa waktu lalu melansir, generasi milenial akan mengambil alih porsi terbesar pasar pada tahun depan dan menyebutnya sebagai momen milenial. Mereka tengah berada pada kisaran umur yang sangat menentukan dalam aktivitas ekonomi. Ini adalah kesempatan dan potensi, baik bagi millennials maupun korporasi.

Bagi PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia), Generasi milenial adalah pasar yang potensial. Pada tahun 2016 saja, market value millennial mencapai Rp 4,2 triliun, dan diperkirakan akan menjadi Rp 7,5 triliun pada tahun 2020 (Accenture, 2018).

Dengan posisi yang kuat di masyarakat (8 persen market share berdasarkan Premi disetahunkan) dan merupakan loyalty leader, serta manajemen dan arahan baru untuk mentransformasi bisnis, Allianz Life Indonesia membuat program yang fokus pada millennials yang ingin membangun jiwa wirausaha (entrepreneurship) dalam bidang jasa keuangan asuransi dan mengembangkannya sehingga dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Foto-foto dokumen Allianz.

Program yang diberi nama Life Changer tersebut sejalan dengan temuan penting dari riset Accenture mengenai “Segmentasi Nasabah di Pasar Penting Asia” yang menjelaskan bahwa generasi milenial secara umum memiliki aspirasi karier masa depan untuk mendirikan bisnis sendiri.

Berikut perbincangan dengan Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Joos Louwerier seputar langkah strategis Allianz Life Indonesia untuk mengantisipasi dan mengoptimalkan pertumbuhan pasar pada masa depan tersebut.

Mengapa generasi milenial menjadi target “serius” bagi Allianz? Dari insight yang mungkin didapat Allianz, apa beda mereka dengan generasi-generasi sebelumnya?

Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-an hingga 1994 (Nielsen, 2018). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2015), 19 persen penduduk Indonesia adalah generasi milenial (umur 25-35 tahun) atau sekitar 46 juta. Sementara 16 persen adalah non-milenial (usia 36-45 tahun). Ini menunjukkan bahwa segmen milenial sangat luas dan akan terus tumbuh di Indonesia.

Namun, berdasarkan insight yang kami temukan, hanya 31 persen dari generasi milenial yang memiliki perencanaan keuangan yang tepat, dan 13 persen tidak memiliki perencanaan keuangan sama sekali. Hal yang lebih memprihatinkan adalah bahwa hanya 2 persen dari generasi milenial dengan perencanaan keuangan yang tepat (Nielsen, 2018).

Allianz berkomitmen untuk menargetkan segmen ini karena akan menjadi nasabah masa depan kami. Jika mereka tidak peduli tentang pentingnya perencanaan keuangan, mereka mungkin tidak terlindung dengan baik. Itulah mengapa sangat penting untuk memberi mereka pemahaman yang benar tentang manfaat asuransi sejak tahap awal sehingga mereka tahu bagaimana melindungi kebutuhan keuangan mereka saat mereka berkembang dan menjadi dewasa.

Apa yang jadi tantangan bagi Allianz dalam memasarkan produk ke generasi milenial?

Menurut penelitian yang sama, hambatan bagi generasi millenial dalam berasuransi adalah persepsi bahwa premi masih belum terjangkau (52 persen) dan kurangnya pengetahuan (45 persen).
Kebanyakan generasi milenial masih berada pada tahap awal karier, dan mereka lebih memprioritaskan kebutuhan pribadi atau keluarga.

Mereka tidak melihat asuransi sebagai kebutuhan mendesak. Ini juga ditambah dengan kurangnya pengetahuan tentang asuransi yang mereka miliki. Kebanyakan generasi milenial tidak mengerti tentang polis asuransi atau ragu, apakah klaim mereka akan dibayarkan. Allianz melihat ini lebih sebagai peluang untuk memberikan lebih banyak pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan dan manfaat nyata dari asuransi.

Strategi yang disiapkan oleh Allianz untuk masuk ke milenials, dan alasan memilih strategi tersebut?

Allianz menyadari bahwa generasi milenial akan menjadi penggerak bisnis pada masa depan. Itulah mengapa kami meluncurkan program rekrutmen Life Changer pada tahun 2017 sebagai salah satu langkah strategis kami untuk mengantisipasi dan mengoptimalkan pertumbuhan pasar masa depan.

Allianz juga menyediakan peralatan dan infrastruktur berbasis digital yang akan mendukung Life Changer kami untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Kami akan terus menawarkan solusi berbasis digital bagi nasabah dan mitra bisnis kami pada masa mendatang. Allianz mengerti bahwa kita perlu menyediakan alat yang sesuai dengan gaya hidup generasi milenial yang sangat mobile dan digital-savvy.

Apa yang menjadi latar belakang program Life Changer? Apa target yang ingin dicapai?

Kami mulai dengan benar-benar memahami aspirasi generasi milenial. Sebagian besar dari mereka ingin memulai bisnis mereka sendiri yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Itu sebabnya melalui program Life Changer, Allianz menawarkan kesempatan bagi generasi milenial yang memiliki visi yang sama untuk membangun bisnis mereka sendiri (kewirausahaan) dalam industri jasa keuangan asuransi. Mereka sendiri akan menjadi “pengubah kehidupan” dengan membantu nasabah untuk merencanakan tujuan keuangan mereka dan melindungi impian mereka.

Joos Louwerier, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

Allianz percaya bahwa model bisnis yang ditawarkan ini cocok untuk generasi milenial karena menawarkan fleksibilitas dalam mengelola waktu mereka sendiri dan memungkinkan mereka untuk membangun jaringan mereka sendiri yang kemudian dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Pendekatan ini telah terbukti berhasil karena sejak Allianz Life memulai Program Life Changer kembali pada tahun 2017, kami telah merekrut lebih dari 11.000 mitra bisnis generasi milenial (usia 18 – 36 tahun) atau telah mengisi 50 persen dari total mitra bisnis pada kuartal 1 2018.

Apa kendala terbesar dalam menjalankan program Life Changer?

Salah satu tantangan terbesar adalah mengubah opini publik, bukan hanya generasi milenial, yang sering memandang asuransi tidak memberikan manfaat yang sama seperti menabung atau berinvestasi.

Kunci untuk mengatasi hal ini adalah melalui pendidikan yang konsisten. Kita harus menyosialisasikan konsep asuransi dan manfaatnya dengan baik kepada publik, terutama generasi milenial yang sering melihatnya bukan sebagai prioritas.

Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang suka dengan experience. Bagaimana Allianz melihat dan menyikapi hal ini?

Kami di Allianz selalu fokus untuk memberikan pengalaman terbaik, bukan bagi generasi milenial, tetapi untuk semua nasabah kami. Kami mencapai ini dengan menciptakan ekosistem layanan berbasis digital yang menawarkan kenyamanan lebih ketika nasabah berinteraksi dengan Allianz, dimulai ketika mereka mengajukan permohonan untuk polis asuransi sampai mereka mengajukan klaim mereka.

Sebagai contoh, Allianz Life telah menerapkan Expert Underwriting System untuk mempercepat proses keputusan bagi nasabah ketika mengajukan polis asuransi. Ada pula Allianz eAZy Payment, portal pembayaran yang bakal memudahkan pembayaran premi; Allianz eAZy Claim, aplikasi seluler di mana nasabah dapat mengajukan klaim sendiri secara daring; Allianz eAZy Connect, portal untuk nasabah di mana mereka dapat mengakses berbagai informasi terkait kebijakan, kapan saja dan di mana saja.

Allianz berkomitmen untuk menerapkan teknologi pada setiap langkah perjalanan nasabah untuk menyediakan akses mudah dan proses sederhana kepada nasabah dan mitra bisnis di semua layanan kami. Ini penting karena solusi berbasis digital adalah apa yang diharapkan oleh generasi millennial di dunia saat ini.

Komunitas, sinergi, dan kolaborasi menjadi salah “roh”penting bagi generasi milenial. Bagaimana Allianz mewujudkan tiga hal tersebut dalam strategi?

Allianz telah melakukan banyak program dan inisiatif yang berfokus pada keterlibatan masyarakat dan berkolaborasi bersama untuk memberikan dampak yang lebih luas. Salah satu programnya adalah Allianz World Run yang mengajak publik berlari untuk tujuan sosial. Kami juga menyelenggarakan Allianz Sweat Challenge di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta yang mendorong masyarakat untuk berolahraga bersama dan menikmati kegiatan di luar ruangan bersama keluarga dan teman-teman mereka.

Semua program ini terbuka untuk nasabah, mitra bisnis, dan masyarakat umum untuk bergabung yang mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat. Mereka dapat bertemu, berinteraksi, dan membangun jaringan sambil menikmati hobi. Ini sejalan dengan gaya hidup generasi milenial yang suka terlibat dalam kegiatan kelompok atau masyarakat sambil membuat dampak positif bagi
orang lain.

Bagaimana membuat asuransi menjadi sesuatu yang relevan di mata milenials?

Kita harus benar-benar melihat apa aspirasi mereka dalam kehidupan. Generasi milenial juga memiliki impian yang ingin mereka lindungi. Mereka ingin memastikan bahwa tujuan mereka masih dapat dicapai jika ada risiko yang terjadi dalam hidup mereka, seperti sakit.

Kami menemukan bahwa faktor-faktor yang memicu Generasi milenial untuk memiliki perlindungan asuransi adalah harus membayar sejumlah besar uang untuk tagihan medis mereka dan jika ada anggota keluarga yang jatuh sakit. Ini juga terkait dengan alasan utama memiliki perlindungan asuransi yang menghemat uang dalam keadaan darurat dan untuk perlindungan kesehatan (Nielsen, 2018).

Inilah yang Allianz coba fokuskan melalui program Life Changer kami. Kami ingin merekrut Generasi milenial dan bersama-sama mendidik masyarakat, terutama generasi milenial tentang pentingnya asuransi dalam melindungi impian mereka dan membantu mereka untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik sehingga mereka dapat mencapai tujuan mereka.

Hal baru apa yang bisa ditawarkan Allianz kepada para milenials untuk bisa menggaet minat mereka?

Allianz memahami bahwa generasi milenial dan digital tidak dapat dipisahkan. Saat ini, sebagian besar kegiatan kami dapat dilakukan melalui internet atau aplikasi dan generasi milenial juga mengharapkan hal yang sama ketika berhadapan dengan asuransi.

Allianz menyadari hal ini dan telah mempersiapkan semua langkah strategis, proposisi produk yang tepat, dan layanan berbasis digital untuk memastikan bahwa nasabah dan mitra bisnis kami (Life Changer) menikmati kenyamanan yang lebih besar ketika mengelola perlindungan asuransi atau bisnis mereka.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, banyak proses transaksional dalam hal pengajuan asuransi, layanan kebijakan, dan klaim di Allianz dapat dilakukan melalui platform online. Kami akan terus mengembangkan solusi berbasis digital yang menawarkan akses mudah dan pengalaman asuransi yang mulus.

Digital adalah standar saat ini, tidak hanya untuk generasi milenial, tetapi untuk semua aspek bisnis untuk memastikan bahwa kita dapat bersaing dan melampaui harapan nasabah.

Apa harapan jangka pendek (katakan 5 tahun ke depan) dan jangka panjang dari Allianz?

Sebagai perusahaan yang telah berkecimpung dalam bisnis selama lebih dari 128 tahun, kami terus berinovasi sehingga kami dapat memberikan solusi keuangan yang memenuhi kebutuhan nasabah dan mitra bisnis kami yang terus berkembang, terutama generasi milenial.

Bagi Allianz, generasi milenial adalah masa depan bisnis. Kami akan terus fokus pada segmen generasi milenial dan bertujuan untuk mengembangkannya lebih lanjut dengan menyediakan lebih banyak solusi berbasis digital dan proposisi produk yang tepat. Kami ingin menangkap pasar dan berada di garis depan dalam memberikan perlindungan dan peluang bisnis bagi generasi milenial.

Melalui program Life Changer, Allianz dan mitra bisnisnya akan menjadi mitra bagi nasabah dan membantu mereka untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik dengan merencanakan tujuan keuangan mereka dan melindungi masa depan mereka. Itu adalah tujuan kami.