logo Kompas.ID

Taja

Taja Melalui Webinar, Springhill Group Ajak Konsumen Terus Produktif

Melalui Webinar, Springhill Group Ajak Konsumen Terus Produktif

Pada masa pandemi Covid-19, yang membatasi beragam kegiatan, terjadi globalisasi digital. Aktivitas secara masif mengarah dari konvensional (offline) menjadi digital. Di sisi lain, kita harus terus produktif menciptakan hal-hal positif, termasuk dalam melakukan usaha atau bisnis.

Itulah yang melatarbelakangi Springhill Group menggelar webinar bertajuk “Mengoptimalkan Fotografi Handphone untuk Penghasilan Tambahan” pada Kamis (9/7/2020).

“Kita harus bisa memanfaatkan perangkat yang kita miliki untuk menjalankan bisnis. Misalnya, menggunakan smartphone untuk berbisnis. Webinar ini dapat mendorong para peserta dan masyarakat luas agar dapat menghasilkan foto yang baik untuk dikemudian dijadikan bekal untuk berbisnis,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Marketing Springhill Group Rudy Budiman.

Selain itu, lanjut Rudy, seminar melalui daring ini dapat lebih mendekatkan diri dengan konsumen dan calon pelanggan. Selain itu, dengan bekal ilmu fotografi, masyarakat dapat menciptakan produk-produk menarik.

Komoditas

Foto menjadi sebuah komoditas diamini oleh Arbain Rambey selaku narasumber pada webinar tersebut.

“Foto merupakan sebuah komoditas, yang setiap kejadian membutuhkan bukti berupa gambar. Misalnya, kejadian-kejadian penting yang terjadi di pedalaman dijepret oleh penduduk setempat menggunakan smartphone kemudian dijual. Ini menjadi bukti bahwa sebuah foto mempunyai nilai tinggi.”

Foto: Dok. Springhill Group.

Tak dimungkiri pula, lanjut Arbain, ponsel pintar saat ini tak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi sudah menjadi sebuah gaya hidup yang senantiasa menemani ke mana pun kita pergi. Memotret momen-momen spesial dapat direkam dengan mudah hanya menggunakan ponsel.

Halaman muka sebuah majalah ternama di AS juga pernah menggunakan foto hasil jepretan dari seorang penduduk menggunakan ponsel berkamera. Harian Kompas juga pernah menerbitkan foto headline pada halaman pertamanya yang merupakan hasil jepretan wartawan menggunakan kamera ponsel.

“Tak cuma itu, saya sendiri pernah menerbitkan buku yang semua fotonya dihasilkan melalui ponsel. Banyak orang tidak percaya, tapi itulah yang sesungguhnya. Itu semua telah menjadi bukti bahwa handphone dapat dijadikan alat untuk mencari uang,” tegas fotografer senior Kompas tersebut.

Hal penting

Susah-susah gampang memanfaatkan kamera ponsel agar mendapatkan hasil memukau. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan untuk menghasilkan foto yang baik, yakni teknis dan pemahaman fotografi.

Dengan berkembangnya teknologi, teknis bukanlah masalah besar karena smartphone telah mengadopsi teknologi canggih yang dapat membantu pengguna mendapatkan hasil jepretan yang baik. Yang menjadi persoalan adalah sejauh mana pengguna ponsel memahami fotografi. Misalnya, terkait pengambilan sudut gambar, pencahayaan, komposisi, dan momen.

Pada webinar ini, Arbain juga memberikan sejumlah tips menarik, mulai dari cara memegang ponsel yang benar saat memotret, memilih momen yang tepat saat hendak mengambil gambar, memahami situasi, memotret properti, hingga memasarkan foto untuk menambah penghasilan.

“Saya berharap, semakin banyak orang menghasilkan foto yang baik, stok foto di luar sana juga akan semakin banyak sehingga dunia ini juga makin terekam dengan baik,” harap Arbain.

 Hunian impian

Selain peka terhadap kondisi pandemi saat ini, Springhill Group juga peka terhadap masyarakat yang membutuhkan sebuah hunian impian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menjadi sebuah barang investasi.

“Banyak para investor yang cerdas membaca peluang pasar serta menerapkan strategi jitu bahwa profit tidak hanya didapat saat menjual, tetapi juga ketika membelinya. Komitmen developer yang mengedepankan kepuasan dan kenyamanan konsumen juga menjadi kunci,” jelas Rudy.

Bekerja sama dengan Hankyu Hanshin Properties Corp (HHP), Springhill Group menunjukkan eksistensinya untuk terus berupaya menguasai pasar dan menjadi pemimpin dalam setiap bisnis properti. Di antaranya dengan menghadirkan Springhill Yume Lagoon.

Springhill Group menggandeng HHP karena developer asal Jepang ini memiliki komitmen kuat dalam memberikan kepuasan kepada konsumen. Selain itu, mereka juga taat terhadap hukum dan ketentuan yang berlaku.

 Fasilitas

Ada sejumlah alasan yang menjadikan Springhill Yume Lagoon menarik. Di antaranya lokasi yang strategis, yakni berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat perbelanjaan Aeon Mall. Dari Stasiun Cisauk, proyek ini juga hanya berjarak 4 kilometer, sehingga mereka yang bekerja di Ibu Kota dan sekitarnya dapat dengan mudah menggunakan moda transportasi KRL.

Tak hanya itu, proyek properti yang terinspirasi oleh karya seni dari konsep rumah efisien Jepang juga memiliki layanan shuttle bus dan fasilitas lainnya untuk mendukung aktivitas dan gaya hidup modern. Di antaranya, fasilitas olahraga, club house modern, kolam renang tepi danau, jalur joging dan sepeda, area komersial, taman bermain anak, dan rumah ibadah.

“Intinya, kami ingin memberikan kenyamanan maksimal kepada konsumen melalui segudang fasilitas. Terkait harga, produk properti ini ditawarkan dengan harga menarik, bahkan di bawah rata-rata harga kompetitor. Dengan berlokasi di Cisauk, yang pertumbuhan propertinya tinggi, Springhill Yume Lagoon patut untuk dimiliki. Terkait properti sebagai investasi, kami juga berkomitmen untuk menaikkan harga properti sebesar 12 persen per tahun, atau naik 6 persen setiap terjual 150 unit,” pungkas Rudy. [BYU]

Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Springhill Group.