Edukasi literasi keuangan sebaiknya diterapkan sejak dini agar anak-anak—khususnya pelajar—terbiasa mengelola keuangan, termasuk tabungan. Semakin dini mereka menyadari manfaat menabung, semakin besar juga manfaat yang akan diterima pada masa depan.

Pemerintah selama ini juga telah gencar menggelar edukasi literasi keuangan yang didukung perbankan nasional. Salah satu yang ikut berkomitmen penuh adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan berbagai programnya. Baru-baru ini, BCA bekerja sama dengan United Nations International Children’s Fund (Unicef) menggelar edukasi literasi keuangan bagi 103 siswa SD YPK Eben Haezer Klawana, 185 siswa-siswi SD Negeri Inpres 26 Klamono di Sorong, Papua Barat, dan 31 siswa-siswi SD Negeri 12 Kabupaten Sorong pada 21–22 April 2017.

“Kami berterima kasih kepada UNICEF telah memberikan kesempatan berinteraksi dengan siswa-siswi SD sebagai bagian dari salah satu program andalan Unicef, yaitu Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. BCA tentunya sangat mendukung program ini karena kami percaya pengembangan anak usia dini sangatlah esensial dalam membantu mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” ungkap Direktur BCA Rudy Susanto.

 

 

Kerja sama BCA dengan Unicef telah berlangsung sejak tahun 2000. Selama tiga tahun terakhir, terdapat dua program Unicef yang memperoleh dukungan dana dari BCA, yakni Sekolah Ramah Anak di Papua dan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif di Papua. Edukasi Literasi Keuangan merupakan salah satu bentuk kontribusi BCA di luar dukungan dana mengandalkan core competence-nya yakni melalui edukasi literasi keuangan dengan harapan para siswa-siswi SD memiliki gambaran dan pengetahuan yang utuh tentang manfaat keuangan.

Selain melaksanakan edukasi mengenai literasi keuangan, BCA menyumbang sejumlah buku edukatif, buku panduan guru mengajar, alat peraga edukatif serta melaksanakan edukasi kesehatan mengenai pentingnya mencuci tangan bagi para siswa.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap dapat berkontribusi membangun kebiasaan yang positif sejak usia dini yang tentunya kami harapkan akan bermanfaat bagi masa depan generasi muda kelak,” pungkas Rudy. [*/VTO]