logo Kompas.ID

Taja

Taja Qatar Airways Perkenalkan Protokol Keselamatan Tambahan Sementara bagi Penumpang dan Awak Kabin

Qatar Airways Perkenalkan Protokol Keselamatan Tambahan Sementara bagi Penumpang dan Awak Kabin

Qatar Airways meningkatkan protokol keselamatan bagi penumpang dan awak kabin. Maskapai menerapkan beberapa perubahan, termasuk memperkenalkan baju Alat Pelindung Diri (APD) untuk awak kabin pada saat terbang, juga pelayanan yang dimodifikasi untuk mengurangi interaksi antara penumpang dan awak kabin di pesawat.

Awak kabin sudah menggunakan APD selama penerbangan sekitar 2 pekan, termasuk sarung tangan dan masker wajah. Awak kabin akan menggunakan baju APD di balik seragam mereka dengan tambahan kaca mata keselamatan, sarung tangan, dan masker sebagai tambahan langkah-langkah higenitas yang sudah ada.

Maskapai mengharuskan penumpang mulai Senin (25/5/2020) untuk mengenakan penutup wajah di dalam pesawat dan merekomendasikan orang-orang membawanya sendiri demi kecocokan dan kenyamanan.

Maskapai juga menerapkan beberapa tambahan langkah kesehatan dan keselamatan di pesawat, Makanan di Kelas Bisnis akan disajikan di nampan menggantikan penyajian di meja, dan peralatan makan dalam kemasan akan ditawarkan kepada penumpang sebagai alternatif dari peralatan makan individual.

Sementara itu di Kelas Ekonomi, semua makanan dan peralatannya akan disajikan secara terbungkus rapat seperti biasanya. Sebagai tambahan, sebuah botol besar berisi hand sanitizer akan tersedia di lorong pesawat agar memudahkan penumpang dan awak kabin yang membutuhkan.

Semua area umum di pesawat telah ditutup untuk memenuhi ukuran jarak sosial. Penumpang yang terbang di Kelas Bisnis dapat menikmati privasi lebih yang diberikan oleh Qsuite termasuk partisi geser pribadi serta pintu yang tertutup rapat menghasilkan tempat perlindungan pribadi.

Para penumpang juga dapat memilih indikator “Do Not Disturb (DND)” atau “Jangan diganggu” pada suite pribadi mereka, sekiranya mereka memilih untuk membatasi interaksi dengan awak kabin.

“Di Qatar Airways, kami telah memperkenalkan langkah-langkah keselamatan tambahan di pesawat kami untuk memastikan kesejahteraan serta kesehatan penumpang dan awak kabin, serta untuk membatasi penyebaran dari virus Corona,” ujar Qatar Airways Group Chief Executive Akbar Al Baker.

Akbar Al Baker menambahkan, sebagai maskapai, Qatar Airways mempertahankan standar higienis yang tinggi untuk memastikan bahwa pihaknya dapat menerbangkan banyak orang pulang ke rumah dengan selamat dalam situasi saat ini dan memastikan bahwa keselamatan adalah prioritas utama maskapai.

“Melihat kami masih terbang di jaringan internasional terbesar dunia dengan beroperasi ke lebih dari 30 destinasi di dunia, serta menargetkan untuk mengembangkan jaringan kami kembali beberapa bulan mendatang, ukuran keselamatan di pesawat ini akan membantu kami mencapai tujuan kami,” papar Akbar Al Baker.

Qatar Airways terus mengimplementasikan standar kesehatan serta keselamatan tertinggi. Pesawat Qatar Airways secara rutin disemprot disinfektan menggunakan produk kebersihan yang direkomendasikan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional/International Air Transport Association (IATA) dan Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO).

Foto-foto:: Shutterstock.

Bandara Pusat Qatar Airways, Hamad International Airport, juga berinvestasi dalam menyediakan robot – robot disinfektan, otonom yang memancarkan cahaya konsentrasi UV-C yang dikenal efektif mengurangi sebagian besar mikro organisme menular.

Pesawat Qatar Airways memiliki fitur yang sangat canggih dalam hal sistem filtrasi udara, dilengkapi dengan filter industrial HEPA yang dapat menghilangkan 99,97 persen virus dan bakteri dari sirkulasi ulang udara yang mungkin terkontaminasi, memberikan proteksi paling efektif terhadap infeksi. Kain serta selimut yang terdapat di pesawat dicuci dan dikeringkan serta ditekan dengan temperatur panas yang membunuh mikrobial.

Sementara itu busa headset dikeluarkan dan disanitasi secara ketat setiap setelah penerbangan. Peralatan – peralatan tersebut kemudian dibungkus dalam kemasan individual menggunakan sarung tangan higienis sekali pakai. Semua peralatan makan dicuci dengan deterjen serta dibilas dengan air bersih demineralisasi pada temperatur suhu yang dapat membunuh bakteri patogen.

Awak kabin telah menerima pelatihan bagaimana cara meminimalisir kemungkinan mereka untuk terjangkit atau menyebarkan infeksi. Mereka diskrining secara termal sebelum keberangkatan serta saat tiba dari penerbangan. Mereka juga dikarantina serta dites apabila kolega atau penumpang di pesawat menunjukkan gejala infeksi atau positif dari tes virus.

Sebagai tambahan, Qatar Airways telah mengubah pembagian awak kabin dalam penerbangan, membagi dua kelompok untuk penerbangan jarak pendek dan penerbangan jarak sedang – kelompok pertama mengatur perjalanan keberangkatan, kelompok kedua mengatur perjalanan kedatangan.

Untuk penerbangan jarak jauh, awak kabin yang harus menginap di kota lain hanya dapat melakukan perjalanan dengan transportasi yang disetujui oleh Qatar Airways dan harus tetap berada di kamar mereka, membatasi interaksi dengan orang lain. Untuk para penumpang, Qatar Airways menyarankan untuk jaga jarak sedapat mungkin, terutama dalam penerbangan dengan jumlah penumpang yang sedikit.

Penjagaan jarak juga diimplementasikan pada saat proses boarding, memastikan para penumpang menuju tempat duduk mereka dalam keadaan berjarak satu sama lain. Maskapai juga menyarankan para penumpang untuk mengikuti praktek higienis yang direkomendasikan WHO, seperti mencuci tangan secara rutin dan mencegah untuk menyentuh wajah.

Sejak pertengahan Februari, Qatar Airways telah membantu menyatukan lebih dari satu juta penumpang dengan orang – orang yang mereka kasihi, mengoperasikan jadwal gabungan serta pelayanan carter dan sektor tambahan. [*]

Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Qatar Airways.