logo Kompas.ID

Taja

Taja “Startup” Berjaya, Para Mitra Sejahtera

“Startup” Berjaya, Para Mitra Sejahtera

Banyak pelaku usaha mikro dan pekerja sektor informal yang menjadi mitra dalam ekosistem di sejumlah perusahaan rintisan (startup) Tanah Air. Bila startup mampu berkembang amat pesat, sudah selayaknya para mitranya turut mencecap penghasilan dan kesejahteraan yang layak.

Untuk itu, startup perlu perlu memberikan dukungan menyeluruh kepada para mitranya. Hal ini bisa diterapkan setidaknya melalui tiga indikator, yakni pendapatan berkesinambungan yang diperoleh para mitra, menyediakan pelatihan tata kelola keuangan untuk para mitra, serta secara teratur mengembangkan keterampilan dan pengetahuan para mitra.

Jika ketiga indikator itu telah dijalankan para pengembang startup, besar kemungkinan akan terbangun kemitraan yang kuat antara startup dan para pelaku usaha mikro-pekerja informal. Salah satu contoh yang cukup kentara tentang kuatnya kemitraan dalam ekosistem startup adalah Gojek.

Pada perayaan HUT ke-9 Gojek, Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, menggambarkan tentang solidnya kemitraan antara Gojek dan mitra driver, merchant, serta penyedia layanan. Ini menjadi komponen penting evolusi Gojek serta dalam rencana jangka panjang perusahaan.

“Kami menyadari bahwa jutaan mitra dalam ekosistem Gojek adalah pahlawan-pahlawan yang menolong dan membantu keseharian kita. Mereka mempermudah dan mengurangi friksi dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai layanan yang ada dalam platform Gojek. Mereka merupakan bagian penting dalam upaya Gojek memberikan layanan terdepan bagi para pelanggan dan menciptakan dampak sosial positif yang lebih luas lagi,” ujar Kevin.

9 pahlawan ekosistem

Untuk itu, pada momen istimewa ini, imbuh Andre, Gojek ingin mengapresiasi 9 pahlawan ekosistem yang mewakili jutaan mitra di dalam ekosistem Gojek. Para pahlawan ekosistem ini dinilai telah menunjukkan kinerja, integritas, serta melakukan inisiatif luar biasa yang bermanfaat bagi orang banyak, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus berbuat kebaikan.

“Tidak hanya untuk masyarakat luas, 9 pahlawan ekosistem ini juga menginspirasi kami di Gojek untuk terus berinovasi memberikan kontribusi positif bagi bangsa, dengan memanfaatkan teknologi,” kata Andre.

Sedikit kilas balik, sejak berdiri pada 2010, Gojek telah bertumbuh dengan pesat dan dikenal luas seiring dengan dampak sosial ekonomi yang dihasilkan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Sampai saat ini, Gojek berhasil menciptakan lebih dari 2 juta peluang penghasilan, menghubungkan lebih dari 500.000 pengusaha makanan yang sebagian besar merupakan UMKM ke pasar yang lebih besar, dan aplikasinya diunduh lebih dari 155 juta kali oleh pengguna di beberapa negara Asia Tenggara.

Berikut ini 9 pahlawan tanpa tanda jasa karya anak bangsa.

Syamsul Anwar-Mitra GoRide

(FOTO-FOTO: DOK GOJEK)

Pak Syamsul yang telah menjadi mitra Gojek selama lebih dari dua tahun. Ia cukup gigih dan menyimpan kisah inspiratif. Pada Juli lalu, #DriverJempolan satu ini sempat viral di Twitter karena telah menolong seorang remaja tunawisma. Ketika itu, Pak Syamsul memberikan jaket pribadinya untuk seorang remaja laki-laki tanpa busana di perempatan Melawai, Jakarta Selatan.

Ia merasa iba melihat tunawisma laki-laki tersebut, apalagi saat mengetahui usianya masih 15 tahun. Pak Syamsul pun langsung teringat anak kembarnya yang berusia 14 tahun dan kemudian spontan memakaikan jaket cadangannya untuk si anak remaja tersebut agar tidak kedinginan.

Deni Pamungkas-Mitra GoRide

Pak Deni lebih akrab dipanggil Pepen. Ia sudah menjalankan profesi sebagai mitra driver GoRide selama lebih dari empat tahun. Ia memprakarsai Gerakan Bersih Ranjau Paku (GBRP) sejak Juli 2016. Itikad baik inilah yang menginspirasi lebih banyak orang untuk membersihkan ranjau paku. Hati kecil Pak Pepen terketuk untuk membentuk GBRP sejak salah satu teman driver-nya meninggal dunia akibat lakalantas karena ban sepeda motornya menginjak paku.

Dengan memakai metode lihat-ambil-singkirkan dan menggunakan magnet yang diikat pada tali tambang untuk membersihkan paku-paku yang menyebar di jalanan, Pak Pepen sudah lebih dari tiga tahun belakangan ini melakukan penyisiran paku di jalan-jalan utama di Jakarta. Ia lakukan hal ini setiap hari tanpa lelah bersama dengan teman-teman sesama driver Gojek. Mereka melakukan penyisiran dua sampai tiga kali sehari, di setiap titik rawan. Bahkan, khusus di Jalan Gatot Subroto, mereka menyisir hingga 4 kali sehari, mulai pukul 14.00 hingga tengah malam.

Asrul HasanMitra GoSend

Pak Asrul adalah ayah dari tiga orang anak dan telah bergabung dengan Gojek sebagai mitra GoSend lebih dari setahun lalu. Awalnya, ia mendapat informasi dari rekannya bahwa Gojek menerima penyandang disabilitas untuk bergabung menjadi mitra. Pak Asrul yang juga bagian dari #DriverJempolan Gojek ini adalah mitra penyandang tunarungu.

Selain menjadi mitra GoSend, dalam kesehariannya, Pak Asrul juga bekerja sebagai dosen bahasa isyarat di Universitas Indonesia dan pelatih bahasa isyarat di Komunitas Elite Squad Fighter (ESF). Ia bergabung sebagai mitra GoSend guna mencari tambahan pendapatan untuk keluarga. Pak Asrul bersyukur, setelah bergabung menjadi mitra Gojek, ia bisa mendapatkan teman baru. Ia pun juga dapat mengajarkan bahasa isyarat kepada rekan mitra Gojek penyandang tunarungu lainnya di komunitas ESF.

Komunitas ESF sendiri adalah komunitas pengantar barang dari kelompok tunarungu yang terdiri atas 50 mitra Gojek, yang 90 persen di antaranya adalah mitra GoSend, GoRide, dan GoFood penyandang tunarungu. Ia tergerak menjadi pelatih ESF karena merasa prihatin dengan kondisi yang kerap kali dialami dirinya serta teman-teman mitra Gojek lain ketika sering mendapat kesulitan atau bahkan ditolak saat mendapat pesanan pelanggan.

Joko Kristiyanto-Mitra GoCar

Pria asal Solo ini merupakan salah satu mitra #DriverJempolan GoCar yang sehari-hari menjadi pahlawan bagi masyarakat pengguna Gojek di Solo sejak 2 tahun lalu. Jauh sebelum bergabung sebagai mitra driver Gojek, Pak Joko mendirikan Yayasan Sinar Pelangi untuk menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga pemulung, pengamen, dan pengemis di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

Sebetulnya, ia telah menjalankan misi mulianya sejak 2006, berbekal keyakinan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan semua anak bangsa tanpa terkecuali. Dengan keyakinan tersebut, Pak Joko yang sehari-hari tinggal di lingkungan dengan rata-rata anak tak bersekolah tersebut kemudian bertekad membangun yayasan pendidikan gratis untuk anak-anak yang sulit mendapat akses ke pendidikan yang layak. Hingga saat ini, Yayasan Sinar Pelangi telah memiliki 15 anak didik dengan empat orang tenaga pengajar dengan biaya operasional yayasan yang ditopang oleh Pak Joko sendiri melalui usahanya sebagai mitra GoCar di Gojek.

Pamungkas-Merchant GoFood

Pak Pamungkas adalah pemilik rumah makan Raja Bebek dan Ayam yang sudah menjadi mitra GoFood selama lebih dari 2 tahun sejak awal restorannya berdiri di awal 2017 di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kinerja positif bisnis Raja Bebek dan Ayam dalam melayani pelanggan sebagai mitra GoFood yang profesional, ditambah dengan tekad Pak Pamungkas untuk memajukan pengusaha mikro dan masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, membuat bisnis kuliner Pak Pamungkas semakin berkembang.

Hal yang membuatnya menjadi figur inspiratif adalah itikad baik dan upaya Pak Pamungkas dalam merekrut masyarakat setempat untuk menjadi pegawai di sembilan cabang Restoran Raja Bebek dan Ayam yang berlokasi di Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan. Secara konsisten, Pak Pamungkas terus berbagi ilmu memasak dan bisnisnya kepada seluruh karyawannya. Ia ingin kelak para karyawannya juga bisa menjadi wirausaha kuliner seperti dirinya. Selain itu, ia juga memberdayakan para peternak daerah dan pengusaha lokal untuk menjadi pemasok (supplier) langsung dalam menyediakan bahan dasar (ayam dan bebek) serta sayur-sayuran bagi bisnisnya.

Leo Candra Kumara-Merchant GoFood

Pak Leo adalah pemilik rumah makan Baso Aci Juara yang sudah menjadi mitra GoFood. Bergabung dalam ekosistem Gojek selama hampir 2,5 tahun, kini ia berhasil memiliki 60 gerai di Jakarta dan beberapa kota lainnya.

Di balik kesuksesannya, Pak Leo memiliki kisah hidup yang menarik dan menginspirasi banyak orang. Ia membuka peluang kerja bagi siapa pun yang dulunya tidak mampu menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah untuk menjadi pegawai di gerai-gerai Baso Aci Juara. Selain direkrut menjadi pegawai, Pak Leo pun berkomitmen untuk membiayai para pegawainya mengikuti pelatihan atau meneruskan pendidikan yang sempat putus di tengah jalan. Ia berkeyakinan bahwa seseorang bisa meraih mimpinya asalkan bekerja keras dan dilakukan di jalan yang benar walau dulu tak mampu menuntaskan pendidikan.

Asriah-Merchant GoPay

Ibu Asriah adalah pemilik Warung Nasi Rames Bu Asriah di Kantin Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Ibu Asriah telah bergabung sebagai rekan usaha GoPay selama 1,5 tahun.

Meski sehari-hari sibuk dengan usahanya, Bu Asriah tak pernah lupa untuk berbagi kebaikan kepada sekitar. Ia rutin membagikan 10 nasi bungkus setiap harinya kepada anggota Pasukan Oranye, petugas kebersihan di wilayah Jakarta. Selain itu, Bu Asriah turut memberdayakan para janda di sekitar rumahnya untuk membantu beliau berdagang sehari-hari. Hal tersebut merupakan bentuk upaya Bu Asriah untuk senantiasa merangkul dan berbagi rezeki kepada orang-orang di sekitarnya.

Sukaesih-Mitra GoMassage

Kegigihan Ibu Sukaesih sebagai penyedia layanan GoMassage yang profesional selama tiga tahun ini berhasil membuatnya menjadi salah satu penyedia layanan GoMassage terbaik. Baginya, kesehatan pelanggan yang ia pijat adalah prioritas utama.

Di samping profesinya sebagai penyedia layanan GoMassage, Ibu Sukaesih senantiasa mengalokasikan pendapatan bulanannya untuk membeli 10 jerigen (1 jerigen = 5 liter) cairan pembersih lantai untuk masjid-masjid di lingkungan tempat tinggalnya. Baginya, niat untuk bisa selalu berbagi adalah motivasi untuk terus bekerja. Ketika memberikan bantuan, ia sering kali menutupi wajahnya dengan kain karena tidak ingin orang tahu identitas atau wajahnya.

Sugeng Afrianto Romadhon-Mitra GoClean

Daya juang serta ketekunan Pak Sugeng sebagai penyedia layanan GoClean selama empat tahun terakhir berhasil membuatnya menjadi salah satu penyedia layanan profesional GoClean terbaik.

Selama lebih dari tiga tahun, Pak Sugeng telah melakukan beberapa inisiatif antara lain memprakarsai penggalangan dana untuk membantu para korban bencana alam maupun sesama mitra GoClean yang membutuhkan. Ia juga kerap membagikan takjil di jalan raya setiap Ramadhan.

Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan GOJEK.