Beyond the increasing number of travelers conducting the mudik trips this year, there are complex socioeconomic issues, reflecting the problematic situation that occurs behind the sparkle among people celebrating Lebaran.
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses