Bak melawan arus seni grafis kontemporer dengan sentuhan teknologi dan segala eksperimentasi liarnya, seorang seniman muda asal Sulawesi Selatan, Muhlis Lugis (29), tetap nyaman menggunakan pisau cukil dalam menghasilkan karya seni grafis yang eksentrik. Bahkan, karyanya menjadi pemenang ketiga Kompetisi Internasional Trienale Seni Grafis Indonesia V 2015 yang digelar Bentara Budaya. Setelah melakukan pameran di […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses