Poniti (63) tampak sumringah ketika pulang dari balai desa dengan membawa sekarung beras seberat 10 kilogram. Itu artinya ia tidak perlu ”ngasak” beras (mengumpulkan beras sisa panen), setidaknya untuk satu hingga dua bulan ke depan. Sehari-hari Poniti tinggal seorang diri di rumah kecil [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses