Di dinding tembok berwarna coklat terpampang lukisan sepasang mata yang tengah menerawang. Bagian hidung ke bawah tampak terpisah. Bibirnya tertutup rapat dengan goresan  gincu merah melebar  seperti wajah Semar, sang pamomong dengan tulisan Mr President Semar??? Lukisan berjudul “Semar [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses