Dari sisi lakon, Kidung Tahta Asmara mungkin terdengar menggugah. Kisahnya tentang Keraton Surakarta saat diperintah Paku Buwono II yang pro-VOC. Timbul keresahan yang makin luas di kalangan bangsawan keraton, juga di kalangan rakyat. Mereka berpandangan PB II beserta kroninya naif karena menganggap VOC/Belanda hadir untuk berdagang, padahal sebenarnya untuk menjajah. Menurut kesaksian rakyat, sejak kompeni […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses