Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/11).

SERPONG, KOMPAS  — Indonesia menambah fasilitas iradiator bahan nuklir di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang, Banten. Penambahan fasilitas ini membuka peluang makin banyaknya produk berkualitas yang diperdagangkan. Produk olahan di antaranya produk pertanian dan kosmetik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) di kawasan Puspiptek, Serpong, Rabu (15/11). Fasilitas ini dibangun atas kerja sama antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan pihak Izotop Hongaria. Keberadaan IGMP relevan sebagai jawaban untuk memperbaiki kualitas pascapanen produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang sangat melimpah.

Selama ini, pengelolaan pascapanen produk-produk tersebut masih buruk sehingga menyebabkan hasil panen cepat membusuk. IGMP merupakan karya anak bangsa dengan kandungan lokal lebih dari 84 persen. Hal ini menandai bahwa bangsa Indonesia telah mampu menguasai teknologi, baik desain, pembangunan, maupun pengoperasian fasilitas nuklir.

Fungsi iradiator sebagai fasilitas pengawetan bahan makanan, obat, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan. Dengan menggunakan iradiator, bakteri pembusuk pada bahan makanan akan mati sehingga memperpanjang masa penyimpanan. IGMP didesain dengan kapasitas 2 megacurie yang mampu melakukan radiasi 123 meter kubik per hari. Kapasitas ini dirasa belum memenuhi seluruh kebutuhan iradasi produk, makanan, dan obat herbal di seluruh wilayah Indonesia.

Selain di Serpong, fasilitas iradiasi serupa juga terdapat di Cikarang yang dikelola swasta nasional. Menurut Sekretaris Utama Batan Falconi Margono, fasilitas serupa perlu diperbanyak mengingat potensi produk olahan di Indonesia begitu besar. Secara tidak langsung, fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Pada saat yang sama, Kalla juga meresmikan laboratorium radioisotop dan radiofarmaka di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Batan. Laboratorium ini difungsikan untuk memproduksi radioisotop dan radiofarmaka yang sangat berguna bagi dunia kesehatan. Saat ini produksi radioisotop dan radiofarmaka Batan telah banyak diedarkan oleh PT Kimia Farma untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pada kunjungan ini, Kalla meminta agar hasil riset dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia. Tantangan saat ini, kata Kalla, adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan pangan dengan jumlah penduduk yang makin banyak, sementara di sisi lain, ketersediaan lahan makin sempit. Persoalan ini hanya dapat diatasi dengan menggunakan teknologi. Cara ini sangat memungkinkan untuk meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia.