ANKARA, MINGGU — Sejumlah tokoh oposisi di Turki mengaku menghadapi berbagai ancaman, kekerasan, dan kesewenang-wenangan dari pemerintah negara itu. Akses kampanye mereka melalui televisi dibatasi dan bahkan disabotase oleh pemerintah menjelang penyelenggaraan referendum. Pengakuan kelompok oposisi itu disampaikan di tengah berlanjutnya kritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terhadap sejumlah negara di Eropa. Kritik-kritik itu terkait […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses