Dua pria mengamati telepon pintar masing-masing di Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (17/5). Departemen Kehakiman AS mengumumkan, mantan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Robert Mueller ditetapkan sebagai penyelidik khusus dalam investigasi tuduhan kolaborasi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia dalam kampanye pemilu 2016.
Dua pria mengamati telepon pintar masing-masing di Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (17/5). Departemen Kehakiman AS mengumumkan, mantan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Robert Mueller ditetapkan sebagai penyelidik khusus dalam investigasi tuduhan kolaborasi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia dalam kampanye pemilu 2016.
WASHINGTON, KAMIS — Departemen Kehakiman menetapkan mantan Direktur FBI Robert Mueller III sebagai penyelidik khusus untuk menginvestigasi tuduhan adanya kolaborasi antara tim kampanye Presiden AS Donald Trump dan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Penunjukan penyelidik khusus menjadi pukulan bagi Gedung Putih yang dalam sepekan terakhir dilanda skandal politik. Surat penunjukan Mueller dikeluarkan oleh Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein, orang yang menandatangani rekomendasi pemecatan Direktur FBI James Comey pekan silam. Trump dan para penasihatnya baru mengetahuinya setelah Rosenstein menandatangani surat penunjukan.

Orang-orang melihat telepon pintar masing-masing di Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (17/5). Departemen Kehakiman mengumumkan  mantan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Robert Mueller ditetapkan sebagai penyelidik khusus dalam investigasi tuduhan kolaborasi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia dalam kampanye pemilu 2016.
Orang-orang melihat telepon pintar masing-masing di Gedung Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (17/5). Departemen Kehakiman mengumumkan mantan Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI) Robert Mueller ditetapkan sebagai penyelidik khusus dalam investigasi tuduhan kolaborasi antara tim kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia dalam kampanye pemilu 2016.

Menurut The New York Times yang mengutip sumber-sumber di Gedung Putih, Trump langsung memanggil semua penasihatnya dan menyatakan akan melakukan perlawanan. Namun, semua penasihat politik dan hukum yang hadir meminta Trump untuk bersikap kooperatif. Hanya menantunya, Jared Kushner, yang memaksa Trump untuk melakukan serangan balik.

Trump akhirnya sepakat untuk bersikap kooperatif. “Seperti telah saya sampaikan berkali-kali, penyelidikan menyeluruh akan mengonfirmasi hal yang sudah kita ketahui bersama bahwa tidak ada kolusi antara tim kampanye saya dan entitas asing. Saya berharap persoalan ini cepat terselesaikan,” demikian pernyataan Trump.

Skandal

Penunjukan penyelidik khusus terjadi setelah The Washington Post dan The New York Times secara bergantian mengungkap dua hal penting terkait kasus Trump dan Rusia. The Washington Post menulis, dalam pertemuan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Dubes Rusia untuk AS Sergey Kislyak, Trump membocorkan informasi sangat rahasia. Isi informasi ini terkait rencana serangan Negara Islam di Irak dan Suriah.

Informasi yang sangat rahasia itu dipasok oleh Israel. Mengingat tingkat kerahasiaannya yang tinggi, informasi itu tidak diizinkan untuk dibagikan oleh AS kepada mitra mereka dalam melawan terorisme.

Kejutan berikutnya diungkapkan oleh The New York Time sehari kemudian. Media ini memublikasikan isi memo yang ditulis Comey.

Dalam memo itu tertulis rincian percakapan antara Trump dan Comey. Disebutkan, Trump menekan Comey untuk menghentikan penyelidikan terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional Michael T Flynn.

Sampai saat ini, FBI terus menyelidiki keterlibatan Flynn yang dinilai berbohong dan melakukan percakapan rahasia dengan Dubes Rusia soal sanksi ekonomi terhadap negara itu.

Integritas

Robert Mueller III adalah sosok yang disegani oleh kubu Demokrat dan Republik. Senator Republik Ben Sasse dari Nebraska menyebut Mueller memiliki rekam jejak dan karakter yang dipercaya. Adapun Senator Demokrat Ben Cardin dari Maryland menilai penunjukan Mueller akan memperbaiki kredibilitas Departemen Kehakiman dan FBI.

Mueller menjadi Direktur FBI hanya sepekan sebelum serangan teroris 11 September 2001 di New York. Sambil memimpin penyelidikan terhadap Al Qaeda, Mueller berhasil membangun FBI menjadi unsur kunci dalam infrastruktur keamanan negara. Mueller juga memimpin FBI di era Presiden George Bush dan Barack Obama sampai kemudian Comey menggantikannya.

Penunjukan penyelidik khusus oleh Departemen Kehakiman baru dua kali terjadi. Yang pertama terjadi ketika Jaksa Agung Janet Reno menunjuk John Danforth, mantan Senator Republik, untuk menyelidiki penyerbuan ke kamp di Waco, Texas, tahun 1993, yang menewaskan 76 orang.

(AP/AFP/MYR)