Anomali Iklim Dunia

Statis ·

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, saat ini, di seluruh dunia terjadi peningkatan penyakit, khususnya penyakit menular. Tidak hanya itu, juga ditemukan banyak alur penyebaran baru seiring dengan masifnya perubahan iklim global. Kondisi ini hasil kombinasi dari kerusakan sektor sosial, lingkungan, demografi, dan teknologi.

Beberapa bentuk perubahan lingkungan yang meningkatkan risiko penyakit antara lain kerusakan sistem irigasi, saluran air, penampungan air, dan badan air ataupun intensifikasi pertanian, urbanisasi, deforestasi, dan perubahan curah hujan. Hal ini langsung direspons dengan munculnya banyak penyakit, seperti demam siput, malaria, dan kolera.

Saat ini, lima parameter utama untuk memantau pemanasan global menunjukkan situasi darurat. Kadar karbon dioksida, suhu udara, dan tinggi muka air laut terus naik. Di sisi lain, luar lautan es dan massa lapisan es pun kolaps.

Tidak ada bagian di muka Bumi yang luput, termasuk Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), proyeksi curah hujan dan suhu udara hingga tahun 2040 akan terus naik. Beberapa wilayah akan semakin basah, sedangkan yang lain mengering. Demikian pula dengan suhu udara yang terus mengalami peningkatan 0,7-0,96 derajat celsius.

Ancaman penyakit di Indonesia tidak dapat dianggap ringan, apalagi sistem musim tahunan yang terbagi secara tegas, yakni musim kemarau dan musim hujan. Tiap musim punya jenis penyakit yang intens. Menurut Kementerian Kesehatan RI, saat musim kemarau, penyakit flu, sakit mata, campak, tifus, dan kolera dominan. Adapun saat musim hujan, demam berdarah, leptospirosis, penyakit kulit, malaria, dan penyakit saluran cerna perlu diwaspadai.

Dari segala macam penyakit yang sangat dipengaruhi cuaca dan iklim, infeksi saluran pernafasan akut dan diare berisiko tinggi diderita penduduk Indonesia sepanjang tahun. Khusus penyakit yang sering menghantui masyarakat Indonesia, yakni diare, demam berdarah, dan malaria, jumlah kasus penyakit tersebut cukup fluktutif, tetapi hingga tahun 2015 trennya meningkat.

.

Penyakit yang lazim ditemukan di wilayah tropis, terutama Indonesia, adalah demam berdarah (DBD) dan malaria. Masalah DBD muncul sejak 1968 di Surabaya. Hingga tahun 2015, kasus DBD sebesar 130.000 kasus, sedangkan malaria lebih dari 1,5 juta kasus. Ironisnya, sudah 10 periode, semua provinsi di Indonesia terjangkit DBD, terakhir tahun 2012-2015.

 

Pesona Paris van Java

Statis ·

Profil Capres-Cawapres 2019

Statis ·