Menunggu Keberangkatan Hingga 41 Tahun

Statis ·

Penambahan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi belum berimbang dengan penambahan jumlah pendaftar haji di Indonesia. Akibatnya, waktu tunggu keberangkatan calon jemaah haji menjadi semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Sebagai ilustrasi, warga berusia 12 tahun (usia minimal calon haji reguler) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang mendaftar pada 2019 akan berangkat menunaikan ibadah haji saat berusia 53 tahun. Dengan catatan tidak ada penambahan kuota haji reguler secara signifikan di wilayah tersebut. Kabupaten Landak (Kalimantan Barat), Kabupaten Buru Selatan (Maluku), dan Kabupaten Kepulauan Sula (Maluku Utara) memiliki waktu tunggu tercepat yaitu 9 tahun.

Provinsi Jawa Timur meskipun memiliki kuota terbanyak yaitu 35.034 orang, namun juga memiliki jumlah jemaah berstatus lunas tunda terbanyak hingga 22.656 orang. Jemaah lunas tunda adalah calon jemaah yang telah melunasi biaya pada tahun lalu, namun belum berangkat.

Kementerian Agama menetapkan kuota haji di awal 2019 sebanyak 221.000 orang. Pada April 2019, ada penambahan kuota 10.000 orang yang setengahnya akan dialokasikan untuk lansia. Sehingga total kuota jemaah dan petugas saat ini menjadi 231.000 orang.

Dalam perhitungan biaya haji 2018, tiap calon jemaah haji reguler cukup membayar sekitar Rp 35 juta atau 56% dari total biaya operasional, sisanya disubsidi menggunakan dana optimalisasi. Calon jamaah haji reguler harus menyiapkan dana Rp 25 juta sebagai setoran awal ketika membuka tabungan haji.