Petugas dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara menunjukkan 265 ton cabai merah kering di gudang berpendingin di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Jumat (19/5). Polisi juga menemukan peti kemas ukuran 22 kaki yang dipenuhi bawang putih dan sejumlah bawang bombai di gudang itu. Polisi masih mendalami apakah ada unsur tindak penimbunan oleh pemilik gudang.
KOMPAS/NIKSON SINAGA

MEDAN, KOMPAS – Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggeledah gudang bahan pokok di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Sumatera Utara, Jumat (19/5). Di dalam gudang ditemukan 265 ton cabai merah kering serta beberapa ton bawang putih dan bawang bombai. Polisi masih mendalami apakah ada unsur penimbunan yang dilakukan pemilik gudang.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Ajun Komisaris Besar MP Nainggolan mengatakan, hingga Jumat sore pihaknya belum bertemu dengan pemilik atau manajemen gudang logistik. Gudang itu diketahui milik PT Logistik Pendingin Indonesia. Polisi hanya bertemu para pekerja yang ada di gudang. “Pekerja itu belum bisa menunjukkan dokumen apa pun, termasuk izin impor. Kami sedang mencoba menemui pemiliknya,” kata Nainggolan.

Pantauan Kompas, gudang logistik itu berada di lahan berukuran sekitar 50 meter x 50 meter. Gudang itu dikelilingi pagar beton setinggi sekitar 2,5 meter dengan pintu gerbang besi. Di pos jaga, tertulis nama perusahaan yang disertai nomor tanda daftar perusahaan dan nomor izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan.

Di halaman gudang, tampak sebuah peti kemas berukuran 22 kaki yang separuhnya berisi bawang putih. Bawang putih itu dikemas dalam karung jaring biru yang masing-masing seberat 20 kilogram. Sebagian bawang putih sudah diturunkan dari peti kemas dan ditaruh di teras gudang.

“Bawang putih ini baru tiba di gudang Jumat pagi. Saat kami geledah, pekerja sedang membongkar bawang putih dari peti kemas. Namun, kami belum hitung berapa banyak bawang  putih ini. Ada juga sejumlah bawang bombai dengan volume lebih sedikit,” kata Nainggolan.

Sementara, di dalam gudang berpendingin, terdapat tumpukan cabai dalam kemasan karung coklat. Tiap karung berisi 10 kilogram cabai merah kering. Karung-karung  itu disusun dalam rak besi hingga menumpuk setinggi enam meter. Merek atau kode di dalam karung bervariasi, antara lain, HBN, HBI, 123, dan 77. Kondisi cabai itu sudah sangat kering namun masih lengkap tangkai, badan, dan bijinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, cabai merah ini berasal dari pulau Jawa. Melihat kondisinya yang kering, cabai itu diduga tidak untuk dijual ke pasar tradisional. “Kemungkinan besar cabai ini untuk keperluan industri,” kata Nainggolan.

Andi Sutanto, warga di sekitar gudang, mengatakan, gudang itu sudah beroperasi sekitar 5 tahun. Biasanya, truk peti kemas membongkar logistik di gudang itu dua hari sekali. Beberapa truk yang lebih kecil setiap hari hilir mudik mengangkut logistik dari dalam gudang untuk dikirim kepada pembeli.