Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr ditahbiskan sebagai Uskup Agung Semarang di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/5). Penahbisan dilakukan dua bulan setelah Romo Ruby ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Uskup Agung Semarang.

SEMARANG, KOMPAS — Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr ditahbiskan sebagai Uskup Agung Semarang di Lapangan Bhayangkara, Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/5). Penahbisan ini dilaksanakan dua bulan setelah penunjukan Romo Ruby sebagai Uskup Agung Semarang oleh Paus Fransiskus.

Bertindak sebagai penasbih utama ialah Mgr Ignatius Suharyo yang merupakan Uskup Agung Jakarta. Adapun penasbih pendamping ialah Mgr Antonius Subianto Bunjamin (Uskup Agung Bandung) dan Mgr Henricus Pidyarto Gunawan (Uskup Agung Malang).

Acara yang dihadiri sekitar 18.000 umat Katolik tersebut diawali pemutaran video tentang profil Romo Ruby, kemudian dilanjutkan dengan perayaan ekaristi. Dibacakan pula surat utusan Vatikan terkait penunjukan Romo Ruby sebagai Uskup Agung Semarang sebelum ahli hukum gereja tersebut ditasbihkan.

Mgr Ignatius Suharyo dalam sambutannya mengatakan, Romo Ruby merupakan pribadi yang taat. ”Mulai hari ini, Romo Ruby akan menjalankan perutusan baru dengan semboyan mencari dan menyelamatkan. Semboyan itu tak dicari-cari, tetapi memang sudah menjadi watak beliau,” ujar Romo Suharyo.

Romo Ruby merupakan doktor hukum gereja lulusan Universitas Gregoriana, Roma, Italia, yang lahir di Sleman, 10 Oktober 1963. Selama ini, Romo Ruby juga menjadi dosen Moral dan Hukum Gereja pada Fakultas Teologi Wedabhakti Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sebagai Uskup Agung Semarang, Romo Ruby menggantikan Mgr Johannes Pujasumarta yang meninggal karena sakit pada 10 November 2015.