BADUNG, KOMPAS — Meski minim bantuan dan perhatian pemerintah untuk pemulihan fisik dan psikis, para korban bom di Bali pada 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005 tetap bersemangat untuk hidup. Mereka saling memotivasi dan membantu memulihkan diri dari traumatik. Keberadaan agar tetap tegar menjalani hidup, berbaur serta melanjutkan kehidupan bermasyarakat, mereka tuangkan dalam buku. […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses