BALIKPAPAN, KOMPAS — Meski terbalut waswas, ribuan pengemudi taksi daring juga ojek daring berbasis aplikasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, tetap narik penumpang secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak berani memakai atribut demi alasan keamanan. Mereka juga beresiko terkena razia polisi. ”Tiga hari terakhir ini, saya tetap nyetir dan terima order. Sebagian besar teman-teman juga begitu. Tidak ada […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau log in jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Utama selama 7 hari !