Di ujung utara Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kebun-kebun kopi di lereng Gunung Kelir yang sekian lama sunyi, kini menggeliat lagi. Angin di pasar kopi belakangan mendorong para pemuda perantau memilih kembali mengelola warisan pendahulunya. Di sini, di Ngrancah, Magelang, kopi jadi alasan untuk selalu pulang. Tiga tahun lalu, Sumarwoto (27) berhenti sebagai tenaga pemasaran produk […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses