MATARAM, KOMPAS — Sejumlah anak muda Nusa Tenggara Barat mulai tertarik menggeluti bisnis investasi saham. Kini cukup dengan telepon genggam, mereka bisa memulai bisnisnya. Namun, masih rendahnya angka literasi pasar modal  harus jadi catatan besar ke depan. ”Berdasarkan survei Otoritas Jasa [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses