SAMARINDA, KOMPAS — Hilangnya daerah resapan air akibat lubang tambang, permukiman, dan pembukaan lahan diduga menjadi penyebab utama banjir yang semakin parah di Samarinda. Tata kota yang baik sangat diperlukan karena bentuk Samarinda yang seperti mangkuk dengan ketinggian 0-200 meter di atas [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses