GOLD COAST, KAMIS — Dalam sisa kurang dari sepekan jelang tampil di laga pertama kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman, tim Indonesia fokus menjaga kondisi fisik. Pada pekan terakhir ini pula, strategi tim mulai dirancang.

Manajer Tim Indonesia Susy Susanti, yang dihubungi saat berada di Gold Coast, Australia, mengatakan, tim telah tiba di kota tersebut pada Kamis (18/5) pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 10.00 WIB. Berbeda dari rencana semula, Mohammad Ahsan dan kawan-kawan batal berlatih pada sore harinya.

“Sore ini digunakan untuk istirahat. Nanti malam akan makan bersama, baru Jumat pagi kami berlatih,” kata Susy.

Tim Indonesia, dengan 20 pemain, akan memulai laga pada Subgrup 1D melawan India, Selasa (23/5). Lawan berikutnya, sehari setelah itu, adalah Denmark. Kejuaraan dua tahunan ini berlangsung pada 21-28 Mei.

Salah satu pelatih fisik pelatnas bulu tangkis, Felix Ary Bayu Marta, yang mendampingi tim di Gold Coast, mengatakan, kondisi fisik atlet pada Kamis malam cukup baik. Dengan demikian, latihan bisa dilakukan sejak Jumat pagi. “Itu pun kami mulai dengan latihan ringan,” kata Felix yang di pelatnas fokus melatih atlet ganda putra dan campuran.

“Latihan fisik dilakukan hanya untuk menjaga kondisi. Yang juga tak kalah penting adalah pemulihan,” ujar Felix.

Bagi atlet, pemulihan sama pentingnya dengan latihan. Proses ini dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya mandi air hangat, pijat, dan tidur. Untuk itu, ahli pijat pun masuk di tim.

Petenis profesional yang rata-rata mengikuti 23 turnamen dalam semusim bahkan secara khusus disyaratkan untuk tidur agar bugar saat bertanding. Bukan hanya terkait waktu tidur, melainkan juga suhu ruangan yang sangat spesifik.

Benahi faktor teknis

Jelang berangkat ke Gold Coast, Susy mengatakan, selain menjaga kondisi fisik, sisa waktu jelang laga juga digunakan untuk membenahi faktor teknis secara detail. Pada pekan ini pula, tim pelatih dan manajer mulai menyusun strategi terkait atlet yang akan diturunkan untuk menghadapi lawan berbeda.

Indonesia berkesempatan melihat susunan tim lawan karena akan tampil setelah Denmark melawan India, 22 Mei. “Ini menjadi keuntungan bagi Indonesia karena bisa melihat dulu penampilan lawan,” ujar Susy.

Namun, seperti diingatkan mantan pemain dan pelatih ganda putra dan campuran, Christian Hadinata, kondisi itu bisa saja menjadi kerugian karena tim lawan bisa beradaptasi lebih dulu dengan kondisi lapangan. Untuk itu, kesempatan mencoba arena yang didapat setiap tim harus dimanfaatkan dengan maksimal.

Selain Indonesia, seperti dikatakan Susy, tim Jepang dan Korea Selatan telah tiba di Gold Coast. Jepang berada di Subgrup 1C bersama Malaysia dan Jerman, sementara Korea Selatan akan bersaing dengan Taiwan dan Rusia di Subgrup 1B. Adapun juara bertahan China bergabung dengan Thailand dan Hongkong di Subgrup 1A.

Hanya 12 tim di Grup 1 yang berhak memperebutkan Piala Sudirman. Tim-tim di Grup 2 dan 3 berebut promosi ke level lebih atas. Kejuaraan ini memberlakukan promosi-degradasi di setiap grup. (iya)