Nusantara Indonesia Targetkan Ikuti Tujuh Cabang di Paralimpiade Tokyo

Olahraga Disabilitas

Indonesia Targetkan Ikuti Tujuh Cabang di Paralimpiade Tokyo

Selain ASEAN Para Games 2020, Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia mempersiapkan atlet mengkuti Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Tujuh cabang olahraga ditargetkan lolos kualifikasi

Oleh ERWIN EDHI PRASETYA
· 3 menit baca
KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA

Sejumlah atlet pelatnas ASEAN Para Games 2020 berswafoto bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam acara Silaturahmi Menpora dengan atlet, pelatih, dan official ASEAN Para Games 2020 di Lorin D’wangsa Solo Hotel, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019).

SOLO, KOMPAS – Sambil menyiapkan atlet ke ASEAN Para Games 2020, Komite Paralimpiade Nasional Indonesia sekaligus mempersiapkan atlet untuk lolos kualifikasi Paralimpiade Tokyo 2020. Koordinator Pelatnas NPC Indonesia Rima Ferdiyanto mengatakan, berdasarkan kajian NPC, ada tujuh cabang yang berpeluang tampil pada pesta olahraga penyandang disabilitas dunia itu, yakni atletik, bulu tangkis, renang, balap sepeda, angkat berat, menembak, dan tenis meja.

”Total yang diharapkan lolos kualifikasi Paralimpiade adalah 28 atlet,” ujarnya di Solo, Senin (25/11/2019). Menurut Rima, pelatnas Paralimpiade 2020 akan langsung dimulai usai ASEAN Para Games 2020. Sekitar 30-35 atlet dari tujuh cabang akan bergabung dalam pelatnas di Solo.

Selain mengikuti program latihan, para atlet akan mengikuti uji coba pertandingan di berbagai negara untuk mencari tambahan poin agar memenuhi kualifikasi Paralimpiade. Dari tujuh cabang, atletik ditargetkan meloloskan 8 atlet, bulu tangkis 7 atlet, balap sepeda paralimpiade 1 atlet, angkat berat 2 atlet, menembak 2 atlet, renang 4 atlet, dan tenis meja 4 atlet.

“Dari 28 atlet itu kita menargetkan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu,” kata Rima.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA

Rima Ferdiyanto

Rima mengatakan, perolehan medali emas ditargetkan datang dari cabang bulu tangkis melalui Dheva Anrimusthi pada nomor tunggal putra. Prestasi Dheva sangat teruji. Seusai merebut medali emas tunggal putra kategori SU5 pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, Dheva tampil konsisten pada berbagai kejuaraan internasional.

“Bulu tangkis sudah teruji juara 1 terus. Dheva tahun ini pada seluruh kejuaraan pro tour yang dia ikuti, 100 persen dia meraih emas. Tidak pernah dia dapat nomor dua,” katanya.

Atlet lari Karisma Evi Tiarani yang baru saja menjadi juara dunia lari 100 meter putri kelas T63 pada World Para Athletics Championship 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (14/10/2019) lalu, belum ditargetkan merebut emas Paralimpiade Tokyo. Karisma yang tampil gemilang memecahkan rekor dunia pada kejuaraan itu dengan catatan waktu 14,72 detik, baru akan ditargetkan merebut emas pada Paralimpiade 2024. Pada Paralimpiade 2024 itu, Indonesia ditargetkan merebut 3 medali emas.

“Karisma belum ditarget meraih emas di Tokyo karena dia kan baru saja muncul. Kami mengharapkan dia bisa meraih medali di Tokyo, tetapi dia tidak dibebani target emas. Bebannya ada pada Paralimpade 2024,” ujarnya.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA

Atlet lari Karisma Evi Tiarani

Walaupun tak ditarget meraih medali emas, Karisma mengaku berupaya merebut medali emas pada Paralimpiade Tokyo. Ia optimistis  bisa mewujudkan raihan medali emas dengan berkaca dari hasil World Para Athletics Championship 2019, Dubai. “Kompetitor terkuat dari Italia, yang saat di Dubai meraih perak ,” kata Karisma.

Koordinator pelatih renang NPC Indonesia Dimin mengatakan, empat atlet renang yang disiapkan berlaga di Paralimpiade 2020, yaitu Syuci Indriani, Jendi Pangabean, Muhammad Bejita, dan Zaki Zulkarnain. Mereka dan para atlet pelatnas ASEAN Para Games 2020 terus digembleng mengikuti latihan di kolam renang Tirta Bhirawa Yudha, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.