Beberapa minggu terakhir ini media massa, media sosial, dan kelompok Whatsapp diramaikan oleh perdebatan terjadinya perbedaan (discrepancy) antara data makroekonomi Indonesia, yaitu pertumbuhan produk domestik bruto, dan data/survei mikro di pasar retail. Beberapa foto yang menunjukkan betapa sepinya beberapa pusat perbelanjaan yang terkenal turut menghiasi diskursus masyarakat tersebut. Pertanyaan mendasar adalah mengapa walaupun pertumbuhan ekonomi […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses