Perang terhadap pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya yang dilakukan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendapat perlawanan makin keras. Menyusul kecaman dari pegiat hak asasi manusia dan keprihatinan dunia internasional, giliran kelompok pengacara yang melakukan perlawanan. Sekitar 200 pengacara yang tergabung dalam lembaga bantuan hukum FLAG mengajukan permintaan kepada Mahkamah Agung Filipina untuk menghentikan aksi tersebut. Perang […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau log in jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Utama selama 7 hari !