Sekitar tujuh tahun lalu, dalam acara bincang- bincang (”talk show”) yang diasuh pebisnis ”cum” politikus Soegeng Sarjadi (alm), saya menyatakan realitas sosial-ekonomi-politik yang ada pada saat itu memberikan peluang yang cukup besar untuk lahirnya diktator- berbudi (”benevolent dictator”). Betapapun beberapa rekan— termasuk pengamat militer Salim Said dan Franz Magnis-Suseno— menyangkal sinyalemen saya di atas, kenyataan […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses