Hari-hari ini, di tahun yang ditandai sebagai tahun politik, kita akan ”dipaksa” menerima bermacam retorika politik. Mungkin kita akan jengkel, tetapi mau tidak mau mesti membiasakan diri dengan ribuan retorika politik itu. Retorika politik akan jauh lebih banyak daripada peristiwa politik itu sendiri. Saya jadi teringat esai Goenawan Mohamad, ”Seribu Slogan dan Sebuah Puisi”, yang […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses