Betapa pun pahitnya, terdapat sejumlah pembelajaran penting dari tragedi bom Surabaya (13-14  Mei 2018). Salah satunya tentang pelibatan perempuan dan anak-anak sebagai “pelaku” bom bunuh diri. Tulisan ini hendak memetakan kemungkinan terjadinya perubahan pola dalam pelibatan perempuan dan anak [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses