Kaitan Nahdlatul Ulama dan politik bukan hal baru. NU sepenuhnya tak bisa melepaskan diri dari tarikan politik, bahkan khitah kelahirannya sudah sangat ”politis”. Ketika diselenggarakan pemilu pertama pada 1955, masa Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, NU—yang sudah terlepas dari Masyumi [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses