Opini Kolom Memutus Benang Sejarah

Kolom

Memutus Benang Sejarah

Mustafa Kemal Atatürk melangkah meninggalkan Istanbul, dengan seluruh kebesarannya di masa lalu, menuju Ankara yang memberikan harapan baru. Dengan memindahkan ibu kota, Atatürk yakin telah membeli masa depan Turki.

Oleh Trias Kuncahyono
· 1 menit baca
Siang itu, kami berdiri di depan sarkofagus—peti mati terbuat dari batu—warna merah marun bermotif putih. Peti mati batu marmer seberat 40 ton itu menjadi penanda makam Mustafa Kemal Atatürk, Bapak Bangsa Turki, pendiri Republik Turki, dan presiden pertama Turki. Atatürk meninggal pada 10 [...]