Opini Kolom Mesin Ketik Tua Hadiah Mertua

Epilog

Mesin Ketik Tua Hadiah Mertua

Tak berapa lama, Frans datang dan menyodorkan uang Rp 50.000 serta sebuah mesin ketik tua, warisan dari mertuanya. Apa yang harus kukatakan dalam situasi seperti ini, kecuali air mata yang merembes. Pipiku terasa hangat.

Oleh Putu Fajar Arcana
· 1 menit baca
Ketika majalah Tempo dibredel, cerita tentangku belum selesai. Suatu malam, para penyair berkumpul di markas Sanggar Minum Kopi, Jalan Wahidin, Denpasar. Kami tidak sedang berdiskusi soal puisi, tetapi keberangkatanku ke Makassar untuk mengikuti panggilan ujian. Ya, aku dipanggil oleh tim seleksi [...]