Penerbit Buku Kompas bekerja sama dengan Bentara Budaya Jakarta mengadakan acara Diskusi Buku Memo tentang Politik Tubuh karya Bre Redana pada Kamis, 16 Februari 2017, di  Bentara Budaya Jakarta. Diskusi buku ini menghadirkan Prof Sardono W Kusumo dan Prof Hendrawan Supratikno sebagai pembicara serta Hariadi Saptono sebagai moderator. Bedah buku ini adalah kelanjutan dari peluncuran buku yang telah berlangsung pada 30 November 2016 di Bentara Budaya Yogyakarta.

Prof Hendrawan Supratikno dalam diskusi ini menyoroti tentang makna politik tubuh yang sangat berlawanan dengan politik senayan. Politik tubuh seperti digambarkan oleh penulis adalah politik pembebasan diri terhadap hawa nafsu dan sangat berlawanan dengan politik senayan yang penuh dengan ketidakjujuran dan kepalsuan. Prof Sardono W Kusumo memaparkan tentang pentingnya arti tubuh. Tubuh mempunyai kemampuan yang tinggi untuk memengaruhi otak. Namun, pola hidup dan pola didik yang ada saat ini membuat semuanya seragam sehingga menurunkan intuisi tubuh. Salah satu cara membebaskan tubuh ialah dengan berbagai gerakan olahraga dan tari.

Bre Redana adalah murid Persatuan Gerak Badan Bangau Putih. Berprofesi sebagai wartawan harian Kompas, ia menghasilkan sejumlah buku. Memo tentang Politik Tubuh merupakan lanjutan dari buku sebelumnya, Aku Bersilat Aku Ada. Buku-bukunya yang lain berupa kumpulan cerpen, kumpulan esai, dan novel. Salah satu buku cerpennya berjudul Urban Sensations! Novel yang telah terbit Blues Merbabu dan 65. Menyusul akan terbit New Urban Sensations! Penulis bisa diakses lewat [email protected]; Twitter @BreRedana.