Pilkada 2018 memunculkan poros-poros utama koalisi yang  menempatkan PDI-P, Gerindra, dan Demokrat dalam posisi saling berseberangan. Kondisi ini menjadi gambaran persaingan dalam Pemilu 2019. Sebagaimana pilkada serentak 2015 dan 2017, pragmatisme partai politik juga masih membayangi alasan-alasan partai berkoalisi dalam Pilkada 2018 kali ini. Pola koalisi yang serba cair, lebih banyak bersandar pada kalkulasi taktis […]
Untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses