Setiap kali kami bersua, yang kutangkap pada parasnya hanya kesedihan, duka berlapis-lapis, mengental, mengeras, seakan-akan tidak pernah ada musim panas yang melelehkan gumpalan kristal gelap di dalam jiwanya. Pada suatu malam kami duduk di pinggir lapangan tenis yang sunyi di blok rumahku. [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses