Sastra Cerpen Ruang Tunggu

CERPEN DIGITAL

Ruang Tunggu

Malam itu ia menyerah. Setelah puluhan tahun ia habiskan menunggu Ima di bandara, ia akhirnya menyadari suatu hal, dalam hidup ada yang mesti diperjuangkan juga diiklaskan, ada yang harus dinanti dan dibiarkan pergi.

Oleh Maya Sandita
· 1 menit baca
  Menggenang jingga di langit yang tenang, di barat surya bergegas pulang. Ronanya tampak nyata dalam lingkaran dua bola mata seorang lelaki tua di sebuah bangku ruang tunggu. Sepanjang masa dilaluinya dengan sia-sia, memilih dengan gigih menanti kekasih, seorang wanita tempat ia menaruh hatinya [...]