Sastra Cerpen Tak Ada Jalan Balik ke Buru

CERPEN

Tak Ada Jalan Balik ke Buru

Kapal belum bertolak, badai tiba-tiba sudah menghantam, ketika pangkal alis matanya bertemu, saat memperhatikan identitas diriku itu. Matanya menyelidik sekujur tubuhku.

Oleh Martin Aleida
· 1 menit baca
Rumah ini sudah jompo, sejompo-jomponya. Tinggal Surti yang tersisa. Perempuan yang lebih tua lima tahun dari aku. Satu-satunya penghuni yang harus kuopeni. Kemudian Dik, anjing blasteran gembala jerman berumur 13. Dia melanjutkan persahabatan yang diberikan dengan tulus oleh dua ekor anjing kampung [...]
Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Bagikan