Sejak remaja, Pupuk Daru Purnomo sudah menolak keterikatan. Begitu tamat SMA di Yogyakarta, ia minggat ke Jakarta dengan tujuan menjadi pegawai. Setelah puluhan kali ditolak, bahkan hanya untuk menjadi pegawai rendahan, ia terdampar di Pasar Induk Kramat Jati dan menumpang hidup pada seorang [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses