Bagi pebalet Claresta Alim, menari adalah bagian tak terpisahkan dari hidup. Menari tidak sekadar gerak, tetapi sarat penjiwaan. Ketika menari, ia harus benar-benar merasakan emosi yang sedang ingin dikeluarkan. Ia lantas meninggalkan identitasnya sebagai Claresta dan bermetamorfosis menjadi tokoh [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses