Membiarkan Luka Modric memainkan bola sama halnya dengan menunggu untuk kalah. Dia mahir meliuk, pandai mengatur jeda, piawai mengontrol ruang, lalu tiba-tiba bola telah berada di wilayah berbahaya. Si ”Lucky” Luka yang tentu tidak hanya bermodal beruntung itu adalah katalis, baik di dalam [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses