Dua dekade lalu, perempuan ini mengikuti “jeritan hati” untuk berbuat lebih lewat cinta pertamanya; fotografi. Dengan mata, pikiran, dan perasaannya, dia memindahkan potongan peristiwa ke benak yang melihatnya. Serupa buah stroberi yang menawarkan beragam rasa, dari belakang kamera Lastri Berry Wijaya menyajikan ribuan rasa kehidupan dan makna kemanusiaan. Kabul, Afganishtan, medio 2011. Meski musim dingin […]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses