Masih lekat di benak Kasrin Endroprayono (77), pesan sang ayah sewaktu dia masih bocah. Untuk menjadi pemahat batu dibutuhkan keyakinan, keberanian, dan ketekunan. Tiga hal yang tertanam dalam jiwanya hingga setia meresapi “mustakaning watu” atau intisari batu. “Dulu saya tidak senang memahat. [...]
Untuk dapat mengakses konten ini, silakan berlangganan paket Kompas Digital Premium atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses