TANGERANG, KOMPAS — Digital Hub BSD, kawasan cerdas terintegrasi pertama di Indonesia, dirancang menjadi ”Silicon Valley” Indonesia, menjadi ”rumah” yang nyaman bagi berbagai perusahaan teknologi dan digital, mulai dari usaha rintisan (startup), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan digital, sampai lembaga pendidikan di bidang teknologi informasi.

Digital Hub BSD mulai dibangun pada Kamis (18/5), ditandai dengan acara groundbreaking oleh CEO Sinarmas Land Michael Widjaja; Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf; Sekjen Kementerian Ristek dan Dikti Ainun Na’im; Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawiriawan; Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Lis Sutjiati; Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar; Managing Director President Office Sinarmas Land Dhony Rahajoe; Manajer Senior Sinarmas Land Saleh Husin; serta Project Officer Digital Hub BSD Irawan Harahap. 

CEO Sinarmas Land Michael Widjaja bersama para mitra dan pejabat, Kamis (18/5).

Michael Widjaja mengungkapkan, kehidupan orang saat ini berubah secara dramatis akibat pengaruh perkembangan teknologi yang begitu cepat. ”Ini berdampak pada berubahnya standar hidup, cara hidup, dan kebiasaan hidup kita sehari-hari,” kata Michael. ”Termasuk kebiasaan saya menonton. Kini saya lakukan dalam genggaman tangan lewat ponsel cerdas,” lanjutnya.

Michael juga memberi contoh lain, yaitu kebiasaan generasi milenial membeli tiket secara daring dan membeli barang melalui toko daring. Perubahan ini telah menghidupkan sektor e-commerce (e-dagang).

[kompas-video src=’https://play-kompasvideo.streaming.mediaservices.windows.net/7cd32d90-2937-4978-84f6-83f807be0c52/kvms_12035_20170518_ksp_digital_hub_bsd.ism/manifest(format=m3u8-aapl-v3)’ caption=’Digital Hub BSD, kawasan cerdas terintegrasi pertama di Indonesia, dirancang menjadi ”Silicon Valley” Indonesia, menjadi ”rumah” yang nyaman bagi berbagai perusahaan teknologi dan digital, mulai dari usaha rintisan (startup), perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan digital, sampai lembaga pendidikan di bidang teknologi informasi.VIDEO oleh ROBERT ADHI KUSUMAPUTRA’ credit=’robert.adhiksp’ cover_src=’http://azk-cdn-audio-kompas.azureedge.net/kvms//IMAGES/2017/05/12035_p.png?v=12′ /]

Perubahan ini, ujar Michael, menuntut dirinya sebagai orang yang membangun kawasan perkotaan untuk juga berubah. Tidak lagi sekadar membangun rumah dan ruko, tetapi juga membangun kawasan digital cerdas terintegrasi yang menjadi ”rumah” bagi perusahaan-perusahaan teknologi dan digital.

Digital Hub yang dibangun di lahan seluas 25,86 hektar, di sisi selatan Green Office Park BSD, merupakan wujud dari komitmennya mengembangkan ”Silicon Valley” Indonesia serta memajukan dunia teknologi dan digital di Tanah Air.

Beberapa mitra di Digital Hub BSD adalah Apple Inc yang membangun pusat riset dan pengembangan, Purwadhika (sekolah startup dan coding), GeeksFarm (tech talent), Universitas Amikom Yogyakarta (membangun pusat animasi), Huawei, Dimension Data, Unilever, Smartfren, My Republic, serta beberapa startup, yaitu Sale Stock, Orami, Qlue, dan EV Hive.

”Masuknya Apple ke Digital Hub BSD membuat kami lega. Selanjutnya, dua universitas ternama dari dalam negeri dan luar negeri segera bergabung,” kata Michael Widjaja. 

Triawan Munaf menambahkan, institusinya harus mendekatkan diri dengan komunitas dan ekosistem ekonomi kreatif. ”Tampaknya Bekraf harus pindah ke BSD,” ucapnya setengah bercanda. 

Lis Sutjiati mengatakan bahagia dengan perkembangan ini. Ia yakin, mimpi Michael sebagai anak bangsa untuk mewujudkan Digital Hub sebagai Silicon Valley dengan cita rasa Indonesia dapat terwujud. 

Groundbreaking Digital Hub BSD, Kamis (18/5).
Rancangan desain Digital Hub BSD.
Lokasi DigitalHub di BSD City
Rancangan Digital Hub BSD City